Tottenham Incar Darwin Nunez Gratis: Solusi Lini Depan atau Petualangan Berisiko?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan telah melakukan kontak dengan agen Darwin Nunez menyusul pemutusan kontrak pemain tersebut di Al-Hilal, membuka peluang transfer gratis.
- Nunez, yang dibanderol £46 juta setahun lalu, dianggap sebagai pemain inkonsisten namun tetap diminati mantan manajer Spurs Harry Redknapp karena kontribusinya di lapangan.
- Jika bergabung, Nunez bisa menjadi solusi murah untuk masalah produktivitas gol Tottenham yang musim lalu sangat bergantung pada bek.
Tottenham Hotspur dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan pihak Darwin Nunez setelah striker asal Uruguay itu memutuskan kontraknya secara sepihak dengan Al-Hilal. Langkah ini membuka peluang bagi Spurs untuk mendatangkan pemain berusia 25 tahun tersebut dengan status bebas transfer di bursa musim panas ini.
Menurut laporan TEAMtalk, Tottenham termasuk salah satu klub Eropa yang diberi tahu mengenai situasi Nunez. Pemain yang diboyong Liverpool seharga £64 juta pada 2022 itu hanya bertahan semusim di Saudi Pro League setelah dijual ke Al-Hilal dengan nilai £46 juta pada musim panas 2024. Kini, setelah performanya dianggap tak memuaskan, kontraknya diputus atas kesepakatan bersama.
Ketertarikan Tottenham pada Nunez bukan tanpa alasan. Mantan manajer Spurs, Harry Redknapp, secara terbuka mengaku sebagai penggemar berat pemain tersebut. “Saya suka menonton Darwin Nunez yang besar, dia sangat terlibat dalam permainan. Dia memang kadang melewatkan peluang, tapi pergerakannya membuatnya mendapat banyak kesempatan,” ujar Redknapp dalam sebuah wawancara.
Namun, Nunez juga dikenal sebagai pemain yang sangat fluktuatif. Penulis yang meliput Newcastle United, Charlie Bennett, pernah menyebutnya sebagai “pemain paling tidak konsisten di Premier League”. “Darwin Nunez bisa tampil sensasional atau benar-benar kacau. Dia pemain paling eratik di liga,” kata Bennett. Catatan golnya di Liverpool memang tidak buruk—ia mencetak 33 gol dalam 96 penampilan—tetapi kegagalan memanfaatkan peluang emas kerap menjadi sorotan.
Bagi Tottenham, merekrut Nunez secara gratis bisa menjadi langkah cerdas di tengah kebutuhan mendesak akan penyerang tajam. Musim lalu, lini depan Spurs sangat bergantung pada Son Heung-min dan James Maddison, sementara dua bek justru masuk dalam daftar pencetak gol terbanyak klub. Situasi ini menunjukkan bahwa produktivitas gol dari sektor depan perlu ditingkatkan secara signifikan.
Di sisi lain, langkah ini juga mengandung risiko. Nunez belum pernah menunjukkan konsistensi level elite dalam jangka panjang. Kepindahannya ke Arab Saudi yang berujung kegagalan juga menimbulkan tanda tanya mengenai adaptasinya di lingkungan baru. Namun, dengan status bebas transfer, Tottenham tidak perlu mengeluarkan biaya mahal—sebuah keuntungan di tengah prioritas klub yang juga memburu bek tengah baru seperti Jan Paul van Hecke dari Brighton.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham di bursa transfer selalu menarik diikuti. Klub ini memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air, terutama sejak era Harry Kane. Jika Nunez benar-benar mendarat di London Utara, ia akan menjadi pemain Uruguay pertama yang memperkuat Spurs—sebuah nilai jual tersendiri di pasar Asia Tenggara.
Pertanyaan besarnya: apakah Nunez mampu menjadi jawaban atas kebuntuan gol Tottenham, atau justru menjadi petualangan mahal lainnya? Dengan gaya bermain De Zerbi yang mengandalkan penguasaan bola dan pergerakan cepat, Nunez bisa menjadi elemen pelengkap—atau bom waktu yang siap meledak.



