Ruben Dias: Portugal Lebih Ambisius dari Sebelumnya Menuju Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Bek Manchester City Ruben Dias mengaku Portugal memiliki ambisi besar untuk menjuarai Piala Dunia 2026, meski tetap rendah hati.
- Dias, yang akan tampil di Piala Dunia ketiga, menjadi pilar pertahanan Portugal dengan pengalaman dan kepemimpinan yang matang.
- Portugal tergabung di Grup K bersama Kongo DR, Uzbekistan, dan Kolombia, dengan laga perdana pada 17 Juni di Houston.
Bek tengah Manchester City, Ruben Dias, menegaskan bahwa Timnas Portugal tidak hanya percaya diri, tetapi juga memiliki ambisi lebih besar dari sebelumnya untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Dalam wawancara eksklusif dengan FIFA, pemain berusia 29 tahun itu mengungkapkan bahwa skuad asuhan Roberto Martinez siap menghadapi tantangan di Amerika Utara dengan sikap rendah hati namun penuh tekad.
Dias, yang telah mengoleksi 12 trofi bersama City sejak bergabung pada 2020, akan menjalani Piala Dunia ketiganya. Ia mengaku kondisi fisik dan mentalnya dalam puncak performa. “Saya tahu atmosfer saat berada di Piala Dunia. Ini momen spesial bagi pemain, penggemar, keluarga, dan negara. Saya rasa edisi kali ini akan menjadi yang istimewa,” ujarnya.
Portugal, yang baru saja menjuarai UEFA Nations League 2025 setelah mengalahkan Jerman dan Spanyol, dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara. Dengan lini serang gemilang dan pertahanan yang kokoh berkat Dias, optimisme tinggi menyelimuti kamp. Namun, Dias mengingatkan bahwa setiap kompetisi adalah awal baru. “Yang terpenting adalah bagaimana kami bereaksi saat menghadapi kesulitan. Itu akan menentukan sejauh mana kami bisa melangkah,” katanya.
Dias juga menyoroti pentingnya kebersamaan dalam skuad. Kepergian Bernardo Silva dari City tidak memengaruhi hubungan mereka di tim nasional. “Kami memiliki lingkungan yang hebat di tim nasional, dibangun dari hubungan kecil setiap pemain. Berni selalu spesial bagi saya, dan kami akan menikmati momen Piala Dunia bersama,” ungkapnya.
Pelatih Roberto Martinez menyebut Dias sebagai “pelatih di lapangan” berkat kemampuan organisasi dan kesadaran taktisnya. Dias mengaku peran kepemimpinan itu datang secara alami seiring waktu. “Saya termasuk pemain paling senior dan berpengalaman di skuad. Saya akan berbagi pengetahuan terbaik untuk membantu tim menang,” tambahnya.
Di sisi lain, Dias mengakui bahwa belajar dari Cristiano Ronaldo dan Pepe telah membentuk gaya kepemimpinannya. “Pengalaman dan pengetahuan mereka luar biasa. Saya berusaha menyerap setiap tetes ilmu yang bisa saya dapatkan,” katanya.
Portugal akan memulai perjuangan mereka pada 17 Juni melawan Kongo DR, disusul Uzbekistan pada 23 Juni, dan menutup fase grup dengan laga sengit melawan Kolombia di Miami pada 26 Juni. Dengan skuad yang matang dan ambisi yang membara, mampukah Portugal mengakhiri penantian panjang sejak 1966 dan membawa pulang trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya?



