Usia 38 Tahun Tak Jadi Halangan: Tiga Klub Serie A Berebut Bek Veteran Inter Milan
Baca dalam 60 detik
- Francesco Acerbi akan berstatus bebas transfer per 1 Juli setelah kontraknya bersama Inter Milan habis.
- Monza dan Genoa dikabarkan tertarik memulangkan bek veteran berusia 38 tahun itu ke Serie A.
- Liga Arab Saudi juga disebut sebagai opsi, meski belum ada klub spesifik yang disebut.

Francesco Acerbi, bek tengah Inter Milan yang genap berusia 38 tahun pada Februari lalu, dipastikan hengkang dari Giuseppe Meazza setelah kontraknya berakhir pada 30 Juni mendatang. Namun, masa pensiun belum terlintas di benaknya. Sejumlah klub Serie A justru mulai mengantre untuk mengamankan jasanya secara gratis.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, dua tim papan atas Italia, Monza dan Genoa, menjadi yang terdepan dalam perburuan pemain yang pernah membela Lazio dan Sassuolo tersebut. Monza, yang baru promosi ke Serie A, melihat Acerbi sebagai sosok ideal untuk memperkokoh lini belakang tanpa perlu mengeluarkan biaya transfer. Sementara itu, Genoa asuhan Daniele De Rossi juga dikabarkan tertarik memulangkan pemain berpostur 192 cm itu ke Liguria.
Keputusan Acerbi untuk terus bermain di usia senja bukanlah hal mengejutkan. Sepanjang musim 2024/25, ia tampil dalam 22 pertandingan Serie A dan tetap menjadi andalan Simone Inzaghi di lini pertahanan. Pengalamannya di pentas Eropa, termasuk final Liga Champions 2023, menjadi nilai jual utama. Bagi klub-klub Italia yang ingin memperkuat pertahanan dengan biaya minimal, Acerbi adalah opsi rasional.
Di luar Italia, Liga Arab Saudi juga disebut sebagai destinasi potensial. Namun, belum ada klub spesifik yang disebut dalam laporan tersebut. Jika Acerbi memilih bertahan di Eropa, ia akan menjadi salah satu pemain tertua yang masih berlaga di Serie A—sebuah fenomena yang mengingatkan pada karier panjang Paolo Maldini atau Giorgio Chiellini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Acerbi menarik dicermati karena menunjukkan tren klub-klub Italia yang mulai berburu pemain senior dengan status bebas transfer demi menghemat anggaran. Di tengah dominasi pemain muda, kehadiran figur seperti Acerbi bisa menjadi jembatan antara pengalaman dan regenerasi. Pertanyaannya: akankah ia memilih tantangan baru di Genoa, proyek ambisius Monza, atau petualangan finansial di Arab Saudi?



