F1 Perpanjang Kontrak Balapan di Las Vegas Hingga 2037, Investasi Raksasa Terbayar
Baca dalam 60 detik
- Formula 1 dan Las Vegas sepakat memperpanjang kontrak balapan hingga 2037, menambah satu dekade dari perjanjian awal.
- Investasi langsung F1 sebesar 500 juta dolar AS untuk membangun fasilitas pit dan paddock menjadi kunci meyakinkan kota untuk menggelar balapan di Strip.
- Sejak 2023, Grand Prix Las Vegas telah menghasilkan dampak ekonomi kumulatif 3,2 miliar dolar AS dan mengubah akhir pekan sebelum Thanksgiving menjadi salah satu yang paling menguntungkan.

Formula 1 memastikan balapan di Las Vegas akan berlangsung setidaknya hingga 2037 setelah kedua pihak sepakat memperpanjang kontrak sepuluh tahun tambahan. Keputusan ini mengukuhkan posisi kota judi tersebut sebagai salah satu pilar strategis F1 di pasar Amerika Serikat.
Grand Prix Las Vegas pertama digelar pada 2023, mengakhiri upaya selama 40 tahun yang sempat terhenti untuk menghadirkan ajang balap jet darat di kawasan Strip. F1 tidak hanya sekadar menjadi penyelenggara, tetapi juga menginvestasikan 500 juta dolar AS untuk membeli sebidang tanah di pusat kota dan membangun gedung pit serta paddock baru. Langkah ini dinilai menjadi faktor penentu dalam meyakinkan otoritas Las Vegas untuk mengizinkan balapan melintasi jalan raya di depan hotel-hotel kasino terkenal.
Stefano Domenicali, Presiden dan CEO F1, menyatakan bahwa pihaknya sejak awal meyakini Las Vegas akan menjadi batu penjuru kehadiran F1 di Amerika Serikat. Perpanjangan kontrak ini, menurutnya, memperkuat komitmen jangka panjang terhadap pasar yang penting tersebut. Pernyataan resmi F1 mencatat bahwa sejak 2023, Grand Prix Las Vegas telah menyumbang dampak ekonomi kumulatif sebesar 3,2 miliar dolar AS (sekitar 2,4 miliar poundsterling). Khusus untuk balapan 2025, ajang ini diperkirakan menghasilkan pendapatan pajak 43 juta dolar AS bagi kota.
Steve Hill, Presiden dan CEO Otoritas Pengunjung dan Konvensi Las Vegas, menyebut perpanjangan kemitraan ini sebagai momen besar bagi kota dan Grand Prix. Dalam tiga tahun, balapan ini telah menjadi acara global yang menempatkan Las Vegas sebagai pusat budaya, kompetisi, dan hiburan selama pekan balap. Hill menambahkan bahwa ajang ini terus memperkuat evolusi Las Vegas sebagai destinasi olahraga dan hiburan premium.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati mengingat F1 terus memperluas pengaruhnya di kawasan Asia. Setelah sukses dengan Grand Prix Singapura dan potensi balapan di Thailand, komitmen jangka panjang F1 di Las Vegas menunjukkan bahwa ajang ini tidak hanya mencari pasar baru, tetapi juga memperkuat pasar yang sudah ada. Dengan investasi besar dan dampak ekonomi yang terbukti, model kemitraan seperti ini bisa menjadi referensi bagi negara-negara yang ingin menjadi tuan rumah F1 di masa depan.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah F1 akan menerapkan strategi serupa di pasar Asia, termasuk kemungkinan balapan di Indonesia. Dengan potensi ekonomi yang besar dan antusiasme penggemar yang tinggi, bukan tidak mungkin Indonesia suatu hari nanti bisa menjadi bagian dari kalender F1. Namun, tantangan infrastruktur dan investasi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.



