Tyrrell Hatton Juara LIV Golf Andalucia: Kemenangan Manis Usai Jadi Ayah Baru
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Inggris Tyrrell Hatton menang dua pukulan di LIV Golf Andalucia, finis 11-under par setelah ronde final 70.
- Hatton bermain di turnamen pertamanya sejak kelahiran anak pertamanya, mengaku siap menghadapi tanggung jawab sebagai ayah baru.
- Jon Rahm finis kedua dengan skor 9-under, sementara tim Legion XIII Hatton juga memenangkan kompetisi beregu.

Tyrrell Hatton membuktikan bahwa menjadi seorang ayah baru tidak menghalangi performa di lapangan hijau. Pegolf asal Inggris itu sukses mengamankan gelar juara LIV Golf Andalucia dengan keunggulan dua pukulan, Minggu (13/7), di Real Club Valderrama, Spanyol.
Hatton mencatatkan skor satu-under par 70 pada ronde final, cukup untuk mempertahankan posisi puncak dengan total 11-under par. Kemenangan ini menjadi yang kedua baginya dalam tiga tahun terakhir di LIV Golf, setelah sebelumnya bergabung dengan sirkuit yang didanai Dana Investasi Publik Arab Saudi pada 2024.
Yang membuat kemenangan ini istimewa, Hatton baru saja menyambut kelahiran anak pertamanya bersama sang istri, Emily, sebulan lalu. Turnamen di Andalucia menjadi ajang pertamanya setelah menjadi ayah. "Sejujurnya, apa pun hasilnya hari ini, saya tetap akan pulang ke rumah dan bertemu bayi yang menangis serta mengganti popok. Itu sudah pasti," ujarnya dengan nada santai.
Persaingan di papan atas berlangsung ketat. Jon Rahm, yang juga mantan juara LIV Golf, mencatat ronde final impresif lima-under par 67 untuk naik ke posisi kedua dengan skor 9-under. Sementara itu, Abraham Ancer dari Meksiko finis satu pukulan di belakang Rahm, dan Sergio Garcia, rekan senegara Rahm, menempati posisi keempat dengan skor 7-under.
Di sisi lain, kabar kurang menggembirakan datang dari Louis Oosthuizen. Pegolf asal Afrika Selatan itu harus mundur pada ronde final karena cedera punggung. Absennya Oosthuizen membuka peluang bagi peserta lain untuk naik peringkat, meski akhirnya Hatton tetap tak tergoyahkan.
Dalam kompetisi beregu, tim Legion XIII yang dinakhodai Hatton tampil dominan. Mereka memenangkan gelar tim dengan skor 7-under, unggul enam pukulan atas 4Aces GC dan Torque GC. Ini menunjukkan konsistensi Hatton tidak hanya secara individu, tetapi juga sebagai pemimpin tim.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Hatton menjelang turnamen-turnamen berikutnya. Dengan status barunya sebagai ayah, ia justru tampak lebih rileks dan fokus. "Saya pikir menjadi ayah membuat perspektif saya berubah. Golf bukan lagi segalanya," katanya.
Bagi penggemar golf di Indonesia, prestasi Hatton bisa menjadi inspirasi bahwa keseimbangan antara keluarga dan karier profesional sangat mungkin dicapai. LIV Golf sendiri terus berkembang dengan format yang lebih menghibur, menarik minat penonton global termasuk di Asia Tenggara.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Hatton mampu mempertahankan performa ini di turnamen major seperti The Open atau PGA Championship? Atau justru peran barunya sebagai ayah akan membawanya ke level yang lebih tinggi? Yang jelas, Hatton telah membuktikan bahwa kebahagiaan di luar lapangan bisa menjadi katalis positif di dalam lapangan.



