De Laurentiis Buka Suara soal Masa Depan Napoli, Bungkam soal Allegri
Baca dalam 60 detik
- Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis menggelar konferensi pers yang membahas rencana pramusim dan perayaan seabad klub, namun menolak berkomentar terkait kedatangan pelatih baru Massimiliano Allegri dengan alasan regulasi.
- Napoli akan menggelar dua kamp pelatihan di Italia dan menolak tawaran tur internasional senilai jutaan euro, sementara stadion Maradona dinilai butuh renovasi besar atau bahkan pembangunan baru.
- De Laurentiis menegaskan ambisi Napoli tetap tinggi meski ditinggal Conte, dan memberikan sinyal keras kepada pemain yang tidak cocok dengan pelatih baru untuk angkat kaki.

Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis buka suara dalam konferensi pers, Kamis (20/6), mengungkapkan rencana ambisius klub untuk musim depan dan perayaan seabad, namun memilih bungkam saat ditanya soal kedatangan Massimiliano Allegri. "Kalian tahu aturannya," ujarnya singkat, merujuk pada regulasi yang melarang pengumuman resmi sebelum kontrak ditandatangani.
De Laurentiis mengonfirmasi bahwa Napoli akan menggelar dua kamp pelatihan pramusim di Trentino dan Abruzzo, menolak tawaran menggiurkan dari penyelenggara tur internasional. "Ada seorang pria bernama Charlie Stellitano yang menawarkan saya empat atau lima juta euro setiap kali untuk terbang keliling dunia. Saya balas tawaran: bayar semuanya dan €15 juta untuk lima hari. Mereka tidak pernah menghubungi lagi," ujarnya dengan nada bercanda namun tegas.
Keputusan ini menunjukkan prioritas De Laurentiis pada persiapan fisik tim ketimbang ekspansi pasar, sebuah pendekatan yang kontras dengan klub-klub top Eropa lainnya. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah ini mengingatkan pada filosofi beberapa klub Liga 1 yang lebih memilih pemusatan latihan dalam negeri demi kohesi tim, meski potensi pemasaran global terbatas.
Isu stadion menjadi sorotan lain. De Laurentiis dengan blak-blakan menyebut Stadio Maradona sebagai "tempat sampah"—pendapat yang tak berubah sejak era Carlo Ancelotti. Ia bahkan mempertimbangkan pembangunan stadion baru sebagai opsi lebih hemat biaya. "Bahkan dengan €200 juta, masalah Maradona tidak akan selesai," tegasnya. Pernyataan ini membuka spekulasi tentang masa depan markas Napoli, yang juga menjadi perhatian bagi penggemar sepak bola Indonesia yang terbiasa dengan polemik stadion di Liga 1.
Soal pelatih, De Laurentiis enggan berkomentar lebih jauh, namun mengisyaratkan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan saat regulasi mengizinkan. "Saya tidak suka melanggar aturan. Kadang saya tidak setuju, tapi kami sepakat bermain dalam kompetisi yang punya aturan, dan kami hormati," ujarnya. Sikap ini menimbulkan tanda tanya: akankah Allegri benar-benar datang, atau justru ada kejutan lain?
De Laurentiis juga menanggapi pernyataan Kevin De Bruyne yang mengaku senang dengan kepergian Conte. "Kami lihat saja nanti saat semua kembali bekerja. Jika seseorang harus pergi, dia akan pergi. Masalah apa? Banyak pemain sepak bola di dunia," ujarnya, memberi sinyal bahwa tak ada pemain yang kebal dari keputusan klub. Bagi pengamat, ini adalah peringatan keras bagi skuad Napoli: loyalitas kepada pelatih baru adalah harga mati.
Dengan segala dinamika ini, Napoli memasuki musim panas yang penuh ketidakpastian. Pertanyaan besarnya: akankah Allegri mampu membawa Napoli kembali ke puncak, atau justru akan menjadi babak baru konflik di klub yang dikenal penuh gejolak?



