Buru Sorloth, Juventus Hadapi Dilema Harga dan Banyak Pesaing
Baca dalam 60 detik
- Juventus butuh striker baru setelah Vlahovic hengkang, dengan Sorloth sebagai kandidat utama.
- Kesepakatan personal dengan Sorloth sudah tercapai, namun Atletico Madrid menunggu tawaran lebih tinggi.
- Premier League ikut memantau situasi, berpotensi memicu perang harga yang bisa menggagalkan rencana Juventus.

Kebutuhan mendesak akan seorang penyerang tengah memaksa Juventus bergerak cepat di bursa transfer. Kepergian Dusan Vlahovic yang kontraknya tak diperpanjang membuat lini depan Si Nyonya Tua kehilangan ujung tombak utama. Nama Alexander Sorloth, penyerang Atletico Madrid, muncul sebagai salah satu prioritas, namun jalan menuju kesepakatan masih terjal.
Menurut laporan Corriere dello Sport, Juventus telah mencapai kata sepakat dengan agen Sorloth terkait kontrak pribadi. Striker asal Norwegia berusia 30 tahun itu dikabarkan akan menerima gaji €4 juta per musim selama empat tahun, naik dari penghasilannya saat ini di Madrid yang sebesar €3 juta per tahun. Namun, kesepakatan dengan pemain hanyalah setengah dari pertempuran.
Hambatan terbesar justru datang dari Atletico Madrid yang enggan melepas pemainnya dengan mudah. Klub asuhan Diego Simeone disebut tengah menunggu waktu, terutama dengan adanya Piala Dunia yang bisa meningkatkan nilai jual Sorloth jika ia tampil gemilang. Situasi ini dimanfaatkan Atletico untuk memicu perang penawaran, mengingat minat dari klub-klub Premier League juga menguat.
Laporan dari La Gazzetta dello Sport mengindikasikan bahwa Juventus bukan satu-satunya peminat. Klub-klub kaya Inggris siap mengajukan tawaran yang bisa melampaui batas anggaran Juventus. Sikap Atletico yang santai menunjukkan mereka yakin bisa mendapatkan harga lebih tinggi, terutama jika terjadi perang tawaran. Juventus sendiri telah menegaskan tidak akan membayar lebih dari €30 juta, angka yang mungkin sulit bersaing dengan klub Premier League.
Selain Sorloth, Juventus juga dikaitkan dengan Randal Kolo Muani yang pernah dipinjamkan ke Turin. Menariknya, beberapa sumber menyebut kedua transfer ini tidak saling eksklusif—Juventus bisa saja merekrut keduanya. Namun, prioritas saat ini tetap pada Sorloth mengingat pengalamannya di La Liga dan postur fisik yang cocok untuk Serie A.
Di sisi lain, negosiasi antara Juventus dan Atletico juga mencakup masa depan Nico Gonzalez. Pemain Argentina yang dipinjamkan ke Madrid musim lalu itu tidak akan dijadikan alat tukar dalam kesepakatan Sorloth. Kedua klub sepakat untuk memperlakukan transfer Nico secara terpisah karena alasan akuntansi. Hal ini menunjukkan bahwa meski ada hubungan dagang, setiap pemain diperlakukan sebagai entitas mandiri.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan dinamika pasar Eropa yang semakin kompleks. Juventus, yang dulu dikenal royal di bursa transfer, kini harus berhemat dan bersaing dengan klub-klub kaya Premier League. Keputusan Atletico menunggu Piala Dunia juga menjadi strategi cerdas yang bisa menjadi contoh bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam memaksimalkan nilai aset pemain.
Dengan waktu yang semakin sempit dan persaingan yang ketat, Juventus harus bergerak cepat atau kehilangan target. Akankah mereka menaikkan tawaran atau beralih ke opsi lain? Atau justru Sorloth akan memilih Premier League dengan gaji lebih besar? Jawabannya akan menentukan bentuk serangan Juventus musim depan.



