Masa Depan Mike Maignan: AC Milan, Juventus, dan Chelsea Harus Bersabar
Baca dalam 60 detik
- Kiper Prancis Mike Maignan belum memutuskan masa depannya meski AC Milan gagal lolos ke Liga Champions.
- Ketidakpastian ini dipengaruhi oleh komitmennya bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 dan kekosongan kursi pelatih Milan.
- Chelsea dan Juventus tetap memantau situasi, namun keputusan Maignan diperkirakan baru akan keluar setelah Piala Dunia.

Keputusan Mike Maignan mengenai masa depannya di AC Milan masih menggantung, membuat tiga klub besar Eropa—Chelsea, Juventus, dan Milan sendiri—harus menunggu lebih lama. Kiper andalan Timnas Prancis itu dikabarkan tidak akan terburu-buru menentukan langkah kariernya, setidaknya hingga beberapa pekan ke depan.
Kegagalan AC Milan lolos ke Liga Champions musim 2026-27 menjadi pemicu utama gelombang perubahan di klub. Manajemen sudah melakukan perombakan besar-besaran di level direksi: direktur olahraga Igli Tare, direktur teknis Geoffrey Moncada, dan CEO Giorgio Furlani dipecat. Pelatih Massimiliano Allegri juga angkat koper sehari setelah musim 2025-26 berakhir. Kini, pemain-pemain bintang mulai mempertimbangkan hengkang, termasuk Rafael Leao yang secara terbuka menyatakan ingin pergi, Luka Modric yang belum pasti bertahan, serta Adrien Rabiot yang dikaitkan dengan Allegri di Napoli.
Di tengah pusaran itu, nama Maignan masuk dalam daftar jual. Chelsea sudah lama meminati kiper berusia 30 tahun tersebut, sementara Juventus yang tengah mencari pengganti kiper utama juga siap bergerak jika ada peluang. Namun, menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Maignan tidak akan mengambil keputusan dalam waktu dekat.
Dua faktor utama menahan langkah Maignan. Pertama, ia sedang fokus membela Prancis di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara. Sebagai salah satu favorit juara, turnamen ini menjadi prioritas tertinggi. Kedua, Milan belum menunjuk pelatih kepala baru. Maignan ingin mengetahui visi dan proyek tim sebelum memutuskan bertahan atau pergi. La Gazzetta dello Sport menegaskan bahwa kiper Prancis itu tidak akan membuat keputusan sebelum kursi pelatih terisi.
Bagi Chelsea, situasi ini menjadi ujian kesabaran. Klub asal London itu membutuhkan kiper kelas dunia setelah performa tidak konsisten dari penjaga gawang mereka musim lalu. Sementara Juventus, yang juga tengah merombak skuad, melihat Maignan sebagai opsi jangka panjang. Namun, persaingan harga bisa menjadi kendala: Milan diperkirakan mematok banderol di atas €50 juta.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan Maignan menarik untuk diikuti karena banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang mendukung klub-klub Eropa tersebut. Jika Maignan bergabung dengan Juventus, misalnya, ia akan menjadi salah satu kiper Asia (secara geografis) yang bermain di Serie A—meski ia berkewarganegaraan Prancis. Namun, lebih dari itu, keputusan Maignan bisa memengaruhi peta persaingan di Liga Italia dan Liga Inggris musim depan.
Apakah Maignan akan bertahan di San Siro dan menjadi bagian dari era baru Milan? Ataukah ia akan memilih tantangan baru di Premier League atau rival abadi Juventus? Yang jelas, jawabannya belum akan datang dalam waktu dekat. Semua mata kini tertuju pada Piala Dunia 2026 dan kursi pelatih Milan yang masih kosong.



