Pirlo Terancam Gagal Jadi Pelatih Timnas Italia akibat Sponsor Judi Rusia
Baca dalam 60 detik
- Andrea Pirlo terancam gagal menjadi pelatih timnas Italia karena menjadi duta global Fonbet, perusahaan judi Rusia yang melanggar aturan iklan di Italia.
- Codacons, lembaga perlindungan konsumen Italia, akan mengajukan gugatan hukum dan meminta investigasi jika Pirlo tetap ditunjuk.
- Kasus ini memperumit rencana FIGC dan berpotensi memicu sanksi finansial bagi Pirlo, serta menjadi pelajaran bagi atlet soal kontrak sponsor.

Andrea Pirlo, legenda sepak bola Italia yang nyaris dipastikan menukangi timnas Azzurri, kini terancam gagal dilantik akibat kontroversi sponsor yang menjeratnya. Lembaga perlindungan konsumen Italia, Codacons, mengancam akan menempuh jalur hukum untuk memblokir penunjukan tersebut karena keterkaitan Pirlo dengan perusahaan judi Rusia yang terkena sanksi.
Dalam 48 jam terakhir, situasi Pirlo berubah drastis. Ia sempat menjadi kandidat terkuat pelatih timnas, namun kini mendapat tekanan dari berbagai pihak. Meskipun Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) belum mengumumkan secara resmi, spekulasi menyebut Presiden Giovanni Malagรฒ menunda pengumuman akibat tekanan publik dan ancaman Codacons.
Pirlo diketahui menjabat sebagai duta global Fonbet, sebuah bandar judi yang dimiliki oleh perusahaan Rusia. Di Italia, iklan judi dengan hadiah uang tunai dilarang keras berdasarkan Pasal 9 Dekrit Martabat. Lebih parah lagi, Fonbet berasal dari negara yang dikenai sanksi oleh Uni Eropa, sehingga membuat posisi Pirlo semakin genting. Mantan gelandang Juventus itu bahkan tercatat menghadiri acara perusahaan di Moskow baru-baru ini.
โKami akan mengajukan permintaan resmi ke Otoritas Komunikasi untuk menyelidiki Andrea Pirlo karena melanggar larangan sponsor perjudian,โ demikian pernyataan Codacons. Mereka juga menegaskan akan segera mengajukan banding ke TAR Lazio jika FIGC nekat menunjuk Pirlo. Langkah ini merupakan bentuk penegakan aturan yang ketat di Italia, yang sebelumnya juga menyebabkan sponsor Lazio, Polymarket, dilarang.
Bagi pecinta sepak bola di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat penting tentang bahaya kontrak sponsor yang tidak sesuai regulasi. Indonesia sendiri memiliki larangan keras terhadap promosi judi, dan atlet publik kerap menjadi sasaran empuk perusahaan semacam itu. Jika Pirlo akhirnya terkena sanksi, reputasinya sebagai ikon sepak bola global bisa tercoreng, sekaligus menjadi pelajaran bagi pemain Indonesia yang gemar menerima tawaran sponsor tanpa verifikasi.
Pirlo bukan satu-satunya anggota skuad Italia 2006 yang terlibat dengan perusahaan Rusia. Francesco Totti dan Marco Materazzi juga disebut pernah menjadi duta merek dari negara tersebut. Namun, karena posisi Pirlo sebagai calon pelatih timnas, sorotan publik menjadi lebih tajam. Pertanyaan besarnya: akankah FIGC berani mengambil risiko dengan menunjuk Pirlo di tengah badai hukum ini, atau justru memilih kandidat lain yang lebih steril dari kontroversi?



