Courtois Sambut Van Bommel, Masa Depan di Timnas Belgia Masih Abu-abu
Baca dalam 60 detik
- Kiper Belgia Thibaut Courtois memberikan sambutan positif atas penunjukan Mark van Bommel sebagai pelatih baru, namun masih menunggu hasil diskusi untuk menentukan kelanjutan karier internasionalnya.
- Van Bommel, yang baru saja diangkat setelah kegagalan Belgia di perempat final Piala Dunia, dianggap memiliki pengalaman dan reputasi yang dihormati para pemain, termasuk Courtois.
- Courtois menginginkan izin untuk melewatkan Liga Negara UEFA demi istirahat, dan keputusan akhir tentang masa depannya akan bergantung pada negosiasi dengan pelatih asal Belanda tersebut.

Kiper utama Tim Nasional Belgia, Thibaut Courtois, secara terbuka menyambut baik langkah Federasi Sepak Bola Belgia yang menunjuk Mark van Bommel sebagai pelatih baru. Namun, di balik sambutan hangat itu, Courtois masih menggantungkan nasibnya di tim โSetan Merahโ pada pembicaraan pribadi dengan mantan gelandang Belanda tersebut. Tanpa jaminan, masa depan kiper Real Madrid berusia 34 tahun itu di level internasional masih menjadi tanda tanya besar.
Penunjukan Van Bommel terjadi hanya beberapa pekan setelah Belgia tersingkir di babak perempat final Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Spanyol yang akhirnya menjadi juara dunia, membuat pelatih sebelumnya, Rudi Garcia, harus meninggalkan kursinya setelah kontraknya tidak diperpanjang. Federasi Belgia bergerak cepat dengan menunjuk Van Bommel, yang sebelumnya sukses membesut Royal Antwerp dan meraih gelar juara Liga Pro Belgia.
โItu bukan sesuatu yang mengejutkan, karena namanya sudah beredar cukup lama,โ ujar Courtois dalam acara sponsor. โSaya pikir dia sudah membuktikan diri sebagai pelatih top di Antwerp. Banyak pemain berbicara positif tentangnya, dan saya menantikan untuk mengenalnya lebih jauh.โ Courtois juga menekankan bahwa pengalaman Van Bommel sebagai pemain kelas dunia menjadi modal berharga. โDia pernah bermain di level tertinggi. Itu pasti akan membuatnya dihormati oleh para pemain,โ tambahnya.
Kendati demikian, Courtois belum memberikan kepastian bahwa dirinya akan tetap berseragam Belgia di bawah asuhan Van Bommel. Setelah Piala Dunia, ia menyatakan keinginan untuk terus membela negaranya, namun dengan syarat utama: ia ingin melewatkan kampanye Liga Negara UEFA yang akan datang. โSaya ingin istirahat selama Nations League. Kami harus bisa mencapai kesepakatan soal itu. Setelahnya, saya akan memutuskan apakah ingin melanjutkan atau tidak,โ tegas Courtois.
Pengalaman pahit di Piala Dunia 2026 masih membekas. Saat melawan Spanyol, Courtois mengalami cedera yang membuatnya tidak bisa melanjutkan pertandingan. Keputusan Garcia untuk menariknya keluar dan memasukkan Senne Lammens sempat menuai kontroversi, terutama setelah Lammens melakukan blunder yang berujung gol kemenangan Spanyol. โSaya hanya merasa tidak bisa melakukan tendangan gawang. Bek bisa saja mengambil alih. Dalam permainan terbuka, saya masih bisa mengoper ke samping. Tapi pelatih berkata, โKami sepakat hanya pemain yang 100 persen fit yang bermain.โ Oke, tidak masalah,โ kenang Courtois, menegaskan tidak ada ketegangan dengan Garcia.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergantian pelatih Belgia ini menjadi tontonan menarik. Van Bommel, yang dikenal sebagai pemain keras dan disiplin, akan membawa gaya kepelatihan yang berbeda. Sementara itu, nasib Courtois โ yang sempat menjadi idola banyak kiper muda Asia โ akan menjadi ujian bagaimana Van Bommel menangani ego pemain bintang. Dinamika ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi perkembangan sepak bola nasional, terutama dalam mengelola transisi generasi dan konflik internal tim.
Dengan jadwal padat dan tuntutan klub, Courtois tampaknya ingin lebih berhati-hati menjaga kebugarannya. Pertemuan dengan Van Bommel dalam waktu dekat akan menjadi penentu: apakah Courtois akan tetap menjadi andalan Belgia untuk beberapa tahun ke depan, atau justru memilih pensiun dari timnas? Keputusan itu tidak hanya akan memengaruhi keseimbangan skuad, tetapi juga rencana jangka panjang Federasi Belgia dalam membangun tim yang kompetitif.



