Sepang Jadi Tuan Rumah Bahrain GP, F1 Kembali ke Malaysia Setelah 7 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Grand Prix Bahrain yang sempat batal digelar pada April lalu karena konflik di Timur Tengah akhirnya mendapat pengganti: Sirkuit Sepang, Malaysia, akan menjadi tuan rumah pada 4 Oktober mendatang.
- Keputusan ini memulihkan jumlah seri F1 musim ini menjadi 23 balapan, meskipun nasib putaran akhir di Qatar dan Abu Dhabi masih belum pasti.
- Bahrain diperkirakan menanggung sebagian besar biaya penyelenggaraan, sementara Imola, Italia, disiapkan sebagai opsi balapan penutup jika dua seri Timur Tengah lainnya batal.

Formula One akan kembali ke Malaysia setelah tujuh tahun absen. Sirkuit Sepang dijadwalkan menggelar balapan pengganti Grand Prix Bahrain pada 4 Oktober mendatang, menyusul pembatalan seri asli di Sakhir akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh pihak F1 di sela-sela Grand Prix Hungaria, akhir pekan lalu. Balapan yang secara resmi dinamai "Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia" itu menjadi solusi atas batalnya dua seri awal musim: Bahrain (April) dan Arab Saudi di Jeddah. Kedua seri tersebut batal karena perang Iran dan situasi geopolitik kawasan Teluk.
Kehadiran Sepang mengembalikan jumlah seri musim ini menjadi 23, meskipun nasib putaran di Qatar dan Abu Dhabi masih menggantung. Sumber terpercaya di Hungaroring menyebut bahwa sirkuit Imola, Italia, tengah dipertimbangkan sebagai pengganti jika dua balapan pamungkas itu juga tak terealisasi.
CEO F1, Stefano Domenicali, menyambut baik kesepakatan antara pemerintah Malaysia dan Bahrain, serta FIA. Menurutnya, Sepang memiliki tempat istimewa dalam sejarah F1 dan akan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi penggemar di sirkuit maupun penonton global. โIni kabar fantastis bagi para penggemar. Mereka tetap bisa menikmati kalender yang padat dan seru, sekaligus menyaksikan olahraga ini kembali ke venue yang hebat,โ ujarnya.
Bagi Indonesia, kembalinya F1 ke Asia Tenggara โ khususnya Malaysia yang berjarak dekat โ menjadi angin segar bagi para penggemar balap di Tanah Air. Banyak penggemar Indonesia kerap menyaksikan langsung GP Malaysia saat masih digelar. Kedekatan geografis dan kemudahan akses dari Jakarta atau kota-kota lain membuat Sepang menjadi destinasi favorit. Meskipun balapan kali ini menggunakan nama Bahrain, atmosfer tetap akan terasa regional.
Bahrain sendiri merupakan pemilik mayoritas tim McLaren melalui sovereign wealth fund Mumtalakat. Grand Prix Bahrain selama ini menjadi ajang promosi utama kerajaan tersebut. Sumber menyebutkan bahwa Bahrain akan menanggung sebagian besar biaya pemindahan balapan ini, yang biasanya mencapai puluhan juta dolar AS per seri. Sepang sendiri sebelumnya menjadi tuan rumah MotoGP dan memiliki fasilitas berstandar tinggi.
โSepang holds a special place in Formula One history. It will provide a spectacular setting for racing and an unforgettable experience for fans.โ โ Stefano Domenicali, CEO F1 (diparafrasekan)
Ke depannya, pertanyaan terbesar adalah apakah Qatar dan Abu Dhabi benar-benar akan digelar. Jika tidak, balapan penutup musim bisa berpindah ke Imola. Bagi Indonesia, situasi ini menunjukkan bahwa dinamika geopolitik global mampu mengubah peta penyelenggaraan olahraga dunia secara cepat. Akankah F1 kembali ke Asia Tenggara secara permanen? Itu masih menjadi tanda tanya besar.



