Inter Siap Lepas Berenbruch ke Cagliari dengan Skema Mirip Stankovic
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan membuka pintu bagi gelandang muda Thomas Berenbruch untuk bergabung dengan Cagliari, baik melalui peminjaman atau transfer permanen dengan opsi pembelian kembali.
- Kesepakatan potensial ini meniru model yang sukses diterapkan pada Aleksandar Stankovic, yang kembali ke Inter setelah tampil gemilang di Club Brugge.
- Langkah ini dinilai strategis bagi Inter untuk memberikan menit bermain reguler kepada pemain muda tanpa kehilangan kendali atas masa depan mereka.

Inter Milan dilaporkan bersedia melepas gelandang muda berbakat mereka, Thomas Berenbruch, ke sesama klub Serie A, Cagliari. Namun, Nerazzurri tak ingin kehilangan pemain berusia 21 tahun itu secara permanen. Mereka mengincar skema transfer yang memungkinkan opsi pembelian kembali, mirip dengan kesepakatan yang sebelumnya diterapkan pada Aleksandar Stankovic.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Cagliari dan pelatih kepala Fabio Pisacane sangat tertarik merekrut Berenbruch untuk musim 2026-27. Pisacane sendiri sudah sering menyaksikan langsung aksi Berenbruch saat masih menangani tim Primavera Cagliari. Ia kerap beradu taktik dengan pelatih Primavera Inter, Cristian Chivu, dan Berenbruch selalu tampil impresif saat menghadapi tim muda Rossoblu.
Inter menilai Berenbruch membutuhkan jam terbang lebih banyak di level senior untuk mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, mereka bersedia melepasnya, tetapi dengan syarat tertentu. Dua opsi sedang dipertimbangkan: peminjaman langsung atau transfer permanen yang disertai klausul pembelian kembali yang menguntungkan.
Model yang sama sebelumnya diterapkan pada Aleksandar Stankovic. Pemain Serbia itu bergabung dengan Club Brugge musim lalu, tampil mengesankan di Belgia, dan akhirnya ditebus kembali oleh Inter. Jumat lalu, Inter secara resmi mengumumkan kepulangan Stankovic. Kesuksesan ini menjadi preseden bagi negosiasi Berenbruch.
Bagi Cagliari, kedatangan Berenbruch bisa menjadi tambahan kualitas di lini tengah. Pisacane dikenal gemar mengembangkan pemain muda, dan Berenbruch diyakini cocok dengan filosofinya. Namun, Cagliari harus bersedia menerima klausul yang menguntungkan Inter jika ingin mendapatkan jasanya.
Bagi sepak bola Indonesia, skema seperti ini bisa menjadi pelajaran berharga. Klub-klub di Liga 1 seringkali kesulitan mempertahankan pemain muda berbakat karena minimnya jaminan menit bermain. Model kerja sama antara klub besar dan klub lain, seperti yang dilakukan Inter dan Cagliari, bisa menjadi solusi untuk mengembangkan talenta muda tanpa harus kehilangan aset secara permanen. Apakah klub Indonesia akan mengadopsi strategi serupa di masa depan?



