Dewa United Banten Sapu Bersih Tangerang Hawks: Pelatih Lawan Akui Tim Siap ke Final IBL 2026
Baca dalam 60 detik
- Dewa United Banten melaju ke semifinal IBL GoPay 2026 setelah menyapu bersih Tangerang Hawks dengan kemenangan telak, termasuk margin lebih dari 20 poin.
- Pelatih Hawks, Tondi Raja Syailendra, mengakui superioritas Dewa United dan menyebut tim juara bertahan itu sudah layak melaju ke final.
- Hawks gagal bersaing karena masalah internal seperti pergantian pelatih dan pemain asing yang tidak sesuai harapan, membuat performa mereka anjlok.
.jpeg)
Dominasi Dewa United Banten di playoff IBL GoPay 2026 tak terbendung. Tim juara bertahan itu sukses menyapu bersih Tangerang Hawks dalam dua pertandingan berturut-turut, memastikan langkah mereka ke babak semifinal. Pengakuan mengejutkan datang dari pelatih lawan, Tondi Raja Syailendra, yang secara blak-blakan menyebut Dewa United sudah siap merebut gelar juara.
Dalam laga yang berlangsung di Banten, Dewa United menunjukkan superioritas mutlak. Sepanjang musim, Hawks memang kesulitan menghadapi Dewa United. Bahkan saat tim besutan Tondi dalam kondisi terpuruk di awal musim, mereka tak mampu memberikan perlawanan berarti. "Melawan Dewa United itu sulit bagi tim kami. Karena kami selalu kalah dengan margin tinggi, bahkan sampai lebih dari 20 poin," ungkap Tondi dalam konferensi pers usai pertandingan.
Menurut Tondi, kunci kekuatan Dewa United terletak pada kekompakan tim dan kedalaman skuad. Ketika semua pemain dalam kondisi prima, Dewa United menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan. "Menurut saya, Dewa United saat ini sudah siap melaju ke final. Semoga sukses di babak selanjutnya," katanya, memberikan restu sekaligus pengakuan atas kualitas lawan.
Kegagalan Hawks sendiri tak lepas dari masalah internal yang membelit tim. Di awal musim, mereka diguncang drama pergantian pelatih. Setelah tim mulai stabil, manajemen justru mengambil risiko dengan mengganti pemain asing. Sayangnya, pemain baru yang didatangkan tidak sesuai harapan, membuat performa tim justru terjun bebas. "Strategi pergantian pemain asing justru menjadi bumerang bagi kami," aku Tondi.
Kesuksesan Dewa United tak lepas dari konsistensi manajemen dan kualitas pemain. Sebagai juara bertahan, mereka tampil percaya diri dan solid di setiap lini. Dengan format semifinal best-of-five yang baru, Dewa United diunggulkan untuk melaju ke final dan mempertahankan gelar. Pertanyaan besarnya: akankah ada tim yang mampu menghentikan laju mereka? Semua mata kini tertuju pada semifinal yang akan dimulai pekan depan.



