AC Milan Kian Dekat dengan Oliver Glasner: Pelatih Gratis yang Diincar Rangnick
Baca dalam 60 detik
- AC Milan lebih condong merekrut Oliver Glasner sebagai pelatih baru karena statusnya sebagai agen bebas per 30 Juni, berbeda dengan Matthias Jaissle yang masih terikat kontrak mahal dengan Al-Ahli.
- Glasner, mantan pelatih Crystal Palace yang baru memenangi Conference League, didukung oleh kandidat direktur teknis Ralf Rangnick, meski posisi Rangnick sendiri belum pasti.
- Keputusan ini menjadi bagian dari restrukturisasi total Milan setelah memecat Allegri, Tare, Furlani, dan Moncada, dengan implikasi pada kestabilan klub dan bursa transfer.

AC Milan semakin mengarahkan pilihan pada Oliver Glasner sebagai pengganti Max Allegri di kursi pelatih, meninggalkan opsi Matthias Jaissle yang dianggap terlalu mahal untuk ditebus dari Al-Ahli. Langkah ini menjadi bagian dari revolusi besar-besaran di San Siro setelah manajemen memecat empat petinggi klub sekaligus dalam satu pernyataan resmi.
Rossoneri, julukan Milan, tengah melakukan perombakan total menyusul pemecatan pelatih Max Allegri, direktur olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, dan direktur teknis Geoffrey Moncada. Keputusan ini diambil setelah musim yang mengecewakan, di mana Milan gagal bersaing di papan atas Serie A dan tersingkir dini dari Liga Champions. Kini, fokus beralih pada siapa yang akan memimpin tim musim depan.
Dua nama utama yang beredar adalah Matthias Jaissle, pelatih asal Jerman yang kini menangani Al-Ahli di Arab Saudi, dan Oliver Glasner, mantan pelatih Crystal Palace yang baru saja memenangkan UEFA Conference League. Namun, menurut laporan Fabrizio Romano, meski ada rencana pertemuan dengan Jaissle, biaya kompensasi untuk memutus kontraknya dengan Al-Ahli dinilai terlalu tinggi. La Gazzetta dello Sport, Daniele Longo, dan Milan Press sepakat bahwa faktor finansial menjadi penghalang utama.
Di sisi lain, Oliver Glasner menawarkan solusi yang lebih hemat. Pelatih berusia 51 tahun itu akan menjadi agen bebas mulai 30 Juni, sehingga Milan tidak perlu mengeluarkan biaya transfer. Pengalaman Glasner bersama Eintracht Frankfurt, Wolfsburg, dan LASK, ditambah gelar Conference League, membuatnya menjadi kandidat ideal. Lebih penting lagi, Glasner adalah nama yang diusung oleh Ralf Rangnick, yang kemungkinan akan menjabat sebagai direktur teknis Milan.
Namun, situasi Rangnick sendiri belum pasti. Ia masih mempertimbangkan untuk tetap menangani tim nasional Austria atau bergabung dengan Milan. Spekulasi internal menyebutkan bahwa Zlatan Ibrahimovic, yang kini menjabat sebagai penasihat senior, tidak senang dengan konsentrasi kekuasaan yang terlalu besar pada satu orang. Ketegangan antara Rangnick dan Ibrahimovic bisa mempengaruhi keputusan akhir.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub besar Eropa melakukan restrukturisasi di tengah tekanan finansial. Milan, yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia, perlu memastikan stabilitas agar bisa bersaing di Serie A dan Eropa. Keputusan pelatih akan berdampak pada strategi transfer dan performa tim musim depan.
Ke depan, Milan harus segera memutuskan siapa yang akan duduk di bangku pelatih. Apakah mereka akan mengambil risiko dengan Jaissle yang mahal, atau memilih Glasner yang lebih murah namun didukung Rangnick? Atau mungkinkah Rangnick sendiri yang akan mengambil alih kursi pelatih? Keputusan ini akan menentukan arah klub dalam beberapa musim ke depan.



