Romagnoli Akhirnya Tinggalkan Lazio: Bek Ikonik ke Al-Sadd Ikuti Mancini
Baca dalam 60 detik
- Lazio melepas Alessio Romagnoli ke Al-Sadd dengan nilai transfer β¬3 juta setelah negosiasi batal pada Januari lalu.
- Bek 31 tahun itu akan bergabung dengan Roberto Mancini di Qatar Stars League dengan kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan.
- Kepergian Romagnoli menandai akhir era bagi suporter Lazio, mengingat loyalitasnya yang sudah dipertunjukkan sejak bergabung pada 2022.

Setelah drama negosiasi yang berlarut-larut, Lazio akhirnya resmi melepas Alessio Romagnoli ke klub Qatar, Al-Sadd, dengan nilai transfer β¬3 juta. Bek berusia 31 tahun itu akan kembali bekerja sama dengan pelatih Roberto Mancini, yang kini menukangi Al-Sadd setelah sukses membawa Italia juara Euro 2020.
Kesepakatan ini sejatinya sudah hampir terjadi pada bursa transfer Januari lalu. Saat itu, Romagnoli bahkan sudah menyetujui persyaratan pribadi dan mengucapkan salam perpisahan secara emosional kepada para penggemar, mengira laga terakhirnya bersama Lazio telah usai. Namun, manajemen Lazio tiba-tiba membatalkan penjualan dan mempertahankannya hingga akhir musim.
Keputusan tersebut sempat menimbulkan spekulasi di kalangan suporter. Namun, Lazio dikabarkan telah berjanji akan memberikan kebebasan kepada Romagnoli untuk pindah setelah kompetisi usai. Janji itu kini terpenuhi. Menurut laporan Sportitalia dan Sky Sport Italia, transfer telah rampung dan Romagnoli akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim.
Romagnoli bukanlah pemain sembarangan. Ia adalah produk akademi Roma yang justru tumbuh sebagai pendukung setia Lazio, rival sekota. Loyalitasnya tak pernah diragukan, meski sempat membela Sampdoria dan AC Milan sebelum akhirnya bergabung dengan Lazio pada 2022. Selama membela Biancocelesti, ia menjadi pilar di lini belakang dan ikon bagi suporter.
Kepergian Romagnoli ke Qatar mengikuti jejak sejumlah pemain Eropa yang memilih merapat ke liga Timur Tengah. Fenomena ini tak lepas dari daya tarik finansial dan tantangan baru. Bagi Al-Sadd, kehadiran Romagnoli diharapkan bisa memperkuat pertahanan tim yang musim lalu sukses meraih gelar juara Qatar Stars League. Namun, masa depan Mancini sebagai pelatih justru masih belum jelas, meski baru saja mempersembahkan trofi.
Bagi sepak bola Indonesia, transfer ini menjadi pengingat akan pentingnya manajemen karier pemain di usia emas. Romagnoli memilih meninggalkan Eropa di usia 31 tahun, saat masih memiliki kemampuan kompetitif. Keputusan serupa kerap diambil pemain Asia, termasuk Indonesia, yang memilih bermain di liga domestik atau kawasan Asia Tenggara. Namun, perbedaan nilai transfer dan gaji yang jauh lebih kecil menjadi tantangan tersendiri.
Pertanyaan selanjutnya: akankah Romagnoli menjadi batu loncatan bagi pemain Italia lainnya untuk merambah Qatar? Atau justru sebaliknya, Al-Sadd akan menjadi tujuan favorit pemain Eropa yang ingin mengakhiri karier di Timur Tengah? Yang jelas, perpindahan ini menambah daftar panjang pemain top yang memilih petualangan baru di luar Eropa.



