Bentrokan Tambak Berdarah: Sekolah di Menteng Tutup, Belajar Jarak Jauh Diterapkan
Baca dalam 60 detik
- MI Raudlotul Athfal Karisma di Matraman Dalam mengalihkan pembelajaran ke sistem jarak jauh setelah bentrokan di Tambak yang menewaskan satu orang.
- Camat Menteng memastikan PJJ bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasarkan situasi keamanan, tanpa memberikan batas waktu pasti.
- Pemicu bentrokan adalah perselisihan sepele antara pengendara motor dan pedagang, yang kemudian meluas menjadi aksi saling lempar dan pembakaran.

Bentrokan antarwarga yang pecah di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu pagi lalu memaksa sebuah madrasah ibtidaiyah di kawasan itu menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Langkah darurat ini diambil untuk menjaga rasa aman siswa dan orang tua di tengah situasi yang masih belum sepenuhnya terkendali.
Camat Menteng, Nurhelmi Savitri, mengonfirmasi bahwa pihaknya belum menetapkan kapan PJJ akan dihentikan. โSaya rasa kalau memang sudah kondusif bisa langsung kembali (belajar di sekolah),โ ujarnya kepada wartawan, Senin. Keputusan final akan disesuaikan dengan hasil pemantauan aparat keamanan di sekitar lokasi bentrokan.
Pemicu kerusuhan bermula dari insiden sepele. Dua orang yang mengendarai sepeda motor memicu kebisingan di depan pedagang nasi uduk yang berjualan di dekat Masjid Jami Matraman. Setelah ditegur, keduanya pergi, namun kembali bersama sekitar lima rekannya dan diduga merusak gerobak serta menganiaya warga. Perlawanan dari warga setempat membuat bentrokan meluas hingga ke wilayah Tambak, tempat tinggal kelompok tersebut.
โMungkin mengantisipasi saja. Yang penting proses belajarnya masih berjalan,โ kata Nurhelmi, menekankan bahwa prioritas utama adalah kelangsungan pendidikan anak-anak di tengah ketegangan sosial.
Polisi yang tiba di lokasi berusaha membubarkan massa dan mengamankan sejumlah orang. Dua korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Satu orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan, sementara satu lainnya masih dalam kondisi kritis. Kapolres setempat mengimbau warga tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa konflik sosial di ibu kota dapat dipicu oleh hal-hal kecil dan berakibat fatal. Pemerintah kecamatan bersama tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, dan Karang Taruna akan menggelar pertemuan untuk memperkuat komunikasi dan meredam ketegangan. Apakah langkah mediasi ini cukup untuk mencegah terulangnya bentrokan serupa? Situasi keamanan di Menteng masih menjadi sorotan.



