Arsenal Siapkan Dana Besar demi Vinicius Junior, Jawaban atas Haaland?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengincar Vinicius Junior sebagai solusi lini depan setelah ketergantungan pada gol dari situasi bola mati.
- Kontrak Vinicius di Real Madrid tersisa setahun, dengan banderol mencapai £136 juta yang bisa menjadi rekor transfer Arsenal.
- Jika jadi, kedatangan pemain Brasil itu akan mengubah hierarki kekuatan di Premier League dan menjadi magnet bagi penggemar di Indonesia.

Arsenal, yang musim lalu akhirnya merebut gelar Premier League setelah 22 tahun penantian, kini menghadapi tantangan baru: menemukan mesin gol yang bisa diandalkan layaknya Erling Haaland di kubu Manchester City. Jawabannya, menurut kabar yang beredar, adalah Vinicius Junior—bintang sayap Real Madrid yang dikabarkan mulai tidak betah di Santiago Bernabéu.
Ketergantungan Arsenal pada gol dari situasi bola mati musim lalu—19 dari 91 gol liga berasal dari sepak pojok, rekor Premier League—menjadi sinyal bahwa lini depan mereka belum optimal. Gabriel Martinelli hanya mencetak satu gol liga sepanjang musim, sementara top skor Viktor Gyökeres 'hanya' 14 gol. Bandingkan dengan Haaland yang mengemas 27 gol saat City juara musim lalu, atau Mohamed Salah dengan 29 gol di musim 2024/25. Arsenal butuh pemain yang bisa mencetak gol dari situasi sulit, tanpa harus bergantung pada set pieces.
Vinicius Junior, yang musim lalu finish kedua dalam Ballon d'Or di belakang Rodri, adalah tipe pemain itu. Dalam lima musim terakhir, pemain berusia 26 tahun itu selalu mencetak minimal 20 gol per musim, dengan puncak 23 gol dan 19 assist pada 2022/23. Ia juga memiliki kemampuan menjemput bola dan memenangkan pertandingan seorang diri—kualitas yang selama ini dimiliki Haaland di City. Jude Bellingham bahkan pernah menyebutnya sebagai "yang terbaik di dunia".
Namun, harga yang diminta Real Madrid tidak main-main. Kabar dari Spanyol menyebutkan angka £136 juta sebagai banderol, apalagi kontrak Vinicius akan habis dalam setahun. Arsenal sebenarnya sudah mencoba mendatangkan Morgan Rogers, tetapi Chelsea menawar lebih tinggi (£117 juta). Direktur olahraga baru Arsenal, Andrea Berta, disebut sedang mempersiapkan langkah untuk merekrut Vinicius jika ia benar-benar hengkang dari Madrid.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, berita ini tentu menjadi angin segar. Premier League selalu menjadi liga paling populer di Tanah Air, dan Arsenal memiliki basis suporter yang besar. Jika Vinicius benar-benar mendarat di Emirates, ia tidak hanya akan menjadi magnet bagi publikasi media dan penjualan merchandise, tetapi juga mengubah peta persaingan di Inggris. Arsenal, yang musim lalu sudah memiliki lini pertahanan terbaik (hanya kebobolan 27 gol) dan kiper David Raya dengan 28 clean sheet, akan melengkapi puzzle mereka di lini depan.
Pertanyaan besar kini: beranikah Arsenal membayar mahal untuk mendapatkan 'Haaland-nya sendiri'? Atau mereka akan kembali ke jalur aman dengan mencari striker lain yang lebih murah? Jika sejarah menjadi patokan, klub-klub yang berani overpay di bursa transfer yang melambung tinggi justru sering menuai hasil. Apakah Arsenal akan mengambil risiko itu demi mengamankan mahkota Premier League dan meraih gelar Liga Champions?



