Kekacauan Manajemen AC Milan Berpotensi Picu Eksodus Pemain, Saelemaekers Jadi Buruan Napoli
Baca dalam 60 detik
- AC Milan berpotensi kehilangan Alexis Saelemaekers setelah kegagalan lolos ke Liga Champions memicu pergantian besar di jajaran direksi.
- Napoli di bawah arahan Massimiliano Allegri dikabarkan mengincar Saelemaekers dan Adrien Rabiot untuk memperkuat skuad musim depan.
- Milan bersikeras tidak akan melepas pemainnya ke rival langsung, namun tekanan finansial dan ketidakpastian manajemen bisa mengubah posisi klub.

Kekacauan di ruang direksi AC Milan mulai merembet ke skuad utama. Klub raksasa Serie A itu kini menghadapi ancaman kehilangan Alexis Saelemaekers, pemain sayap asal Belgia yang menjadi incaran Napoli dan mantan pelatihnya, Massimiliano Allegri. Situasi ini menambah daftar panjang ketidakpastian di San Siro setelah kegagalan lolos ke Liga Champions musim depan.
Milan gagal mengamankan tiket ke kompetisi elite Eropa pada pekan terakhir musim 2025-26, meski sempat bertengger di posisi kedua klasemen dalam waktu lama. Akibatnya, sehari setelah musim berakhir, manajemen mengambil langkah drastis dengan memecat Allegri, direktur olahraga Igli Tare, direktur teknis Geoffrey Moncada, dan CEO Giorgio Furlani. Hingga awal Juni, belum ada satu pun posisi kunci yang terisi, menimbulkan kekosongan kepemimpinan yang berpotensi memicu eksodus pemain bintang.
Nama-nama besar seperti Luka Modric, Rafael Leao, Mike Maignan, Adrien Rabiot, dan kini Saelemaekers disebut-sebut bisa hengkang. Rabiot dan Saelemaekers menjadi target utama Allegri yang akan menukangi Napoli menggantikan Antonio Conte. Allegri, yang pernah menangani Milan sebelumnya, dikenal memiliki hubungan baik dengan kedua pemain tersebut.
Menurut laporan Calciomercato, Milan bersikeras tidak akan melepas Saelemaekers ke Napoli musim panas ini. Namun, dengan ketiadaan figur kuat di level direksi, keputusan akhir bisa berubah. Tekanan finansial akibat absennya pendapatan Liga Champions juga bisa memaksa klub untuk menjual aset berharganya. Saelemaekers, yang mampu bermain di kedua sisi sayap, menjadi aset berharga yang sulit dilepas begitu saja.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini mengingatkan pada masa-masa sulit Milan di awal 2010-an ketika pergantian manajemen sering kali diikuti oleh kepergian pemain kunci. βMilan berada di persimpangan jalan. Jika tidak segera mengisi posisi direksi dengan figur kompeten, mereka berisiko kehilangan lebih dari sekadar Saelemaekers,β ujar analis sepak bola Italia, Matteo Bonetti.
Di sisi lain, Napoli yang baru saja ditinggalkan Conte melihat Allegri sebagai sosok tepat untuk membangun kembali tim. Allegri dikenal gemar merekrut pemain yang pernah dilatihnya, dan Saelemaekers masuk dalam daftar belanja prioritas. Namun, negosiasi diprediksi alot karena Milan enggan berbisnis dengan rival langsung di Serie A.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, drama transfer ini memberikan gambaran betapa dinamisnya bursa pemain Eropa. Ketidakstabilan manajemen klub besar seperti Milan bisa berdampak pada persaingan di Serie A, yang kerap menjadi tontonan utama di televisi nasional. Apakah Milan akan mampu mempertahankan Saelemaekers atau justru terpaksa melepasnya demi stabilitas finansial? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan.



