Manchester United Gagal Boyong Elliot Anderson, Beralih ke Manu Kone
Baca dalam 60 detik
- Manchester United kehilangan Elliot Anderson yang bergabung dengan Manchester City dengan rekor transfer £116 juta.
- Setan Merah kini mengincar gelandang Roma, Manu Kone, yang dihargai hanya £42 juta.
- Statistik Kone di turnamen terakhir menunjukkan keunggulan dalam akurasi umpan dan kemampuan bertahan dibanding Anderson.

Manchester United harus menerima kenyataan pahit di bursa transfer musim panas ini: Elliot Anderson, target utama lini tengah mereka, kini resmi menjadi milik rival sekota, Manchester City, dengan nilai transfer £116 juta—rekor pembelian termahal dalam sejarah klub tersebut.
Kegagalan ini bukan pertama kalinya. Di bawah kepemilikan INEOS, MU berulang kali kehilangan incaran karena keengganan mengeluarkan dana besar untuk pemain bintang. Dari enam klub besar Premier League, MU menjadi satu-satunya yang belum pernah membayar lebih dari £100 juta untuk satu pemain. Akibatnya, mereka kerap harus puas dengan opsi kedua atau ketiga.
Kini, setelah mendatangkan Andrey Santos dan Youri Tielemans, MU masih membutuhkan satu gelandang bertahan lagi. Semua mata tertuju pada Manu Kone, gelandang asal Prancis milik Roma yang dihargai sekitar £42 juta. Kabar dari jurnalis transfer Fabrizio Romano menyebut MU sudah melakukan kontak dengan agen pemain, namun belum mengajukan tawaran resmi ke Roma.
Menariknya, perbandingan statistik Kone dan Anderson di turnamen internasional baru-baru ini menunjukkan bahwa pemain Roma itu unggul dalam beberapa aspek kunci. Selain akurasi umpan yang lebih tinggi, Kone juga mencatat lebih banyak intersepsi per 90 menit, lebih jarang dilewati lawan, serta memiliki tingkat tekel sukses yang lebih baik dengan pelanggaran lebih sedikit. Ini menjadikannya kandidat ideal sebagai perebut bola di lini tengah ala Michael Carrick.
“Manchester United telah berbicara dengan agen pemain dan mengadakan percakapan konkret. Namun mereka belum menghubungi Roma karena masih memutuskan pemain mana yang diinginkan sebagai gelandang bertahan. Belum ada tawaran resmi,” ujar Fabrizio Romano di kanal YouTube-nya.
Dengan harga yang hanya sepertiga dari Anderson, Kone bisa menjadi tawaran yang menggiurkan. Selain lebih muda dan memiliki potensi berkembang, ia juga sudah menunjukkan kemampuan sebagai pengatur tempo permainan. Pertanyaannya, apakah MU berani bergerak cepat sebelum klub lain ikut melirik?
Jika berhasil direkrut, Kone bisa menjadi versi ekonomis dari Anderson. Namun jika kembali ragu-ragu, bukan tidak mungkin MU akan kembali kehilangan target. Di bursa yang kian kompetitif, keputusan tegas mungkin menjadi kunci sukses atau gagalnya perombakan lini tengah Setan Merah musim ini.



