Duffer Brothers: Industri Hiburan Harus Berani Ambil Risiko Demi Karya Orisinal
Baca dalam 60 detik
- Matt Duffer mendesak eksekutif TV dan film untuk mengutamakan risiko daripada ketakutan demi melahirkan karya orisinal seperti Stranger Things.
- Kepercayaan penuh Netflix terhadap kreator tanpa pengalaman menjadi kunci sukses serial fenomenal tersebut.
- Di era algoritma, audiens muda justru merindukan cerita personal yang autentik dan tidak diubah oleh banyak pihak.

Matt Duffer, salah satu kreator serial fenomenal Stranger Things, menyerukan kepada para petinggi industri televisi dan film untuk berani mengambil risiko dan tidak takut gagal dalam mencari ide-ide orisinal. Seruan ini disampaikan saat menerima penghargaan karier di ajang Gotham TV Awards, di tengah kekhawatiran bahwa industri kreatif semakin dikuasai oleh data dan algoritma.
Menurut Matt, kunci kesuksesan Stranger Things adalah keberanian Netflix untuk memberikan kepercayaan penuh kepada kreator yang belum memiliki pengalaman sebagai showrunner atau sutradara televisi. “Kepercayaan itu memberi kami keyakinan dan keberanian untuk melangkah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman seperti itu sangat langka di industri saat ini, terutama di era yang dipenuhi data tanpa henti dan algoritma.
Ross Duffer, saudara kembar Matt, mengakui bahwa Stranger Things adalah sebuah risiko gila bagi Netflix. “Saya tidak bisa cukup menekankan betapa gilanya risiko Stranger Things, betapa tidak masuk akalnya di atas kertas,” katanya. Ia menceritakan bahwa mereka hanya memiliki satu film yang tidak disukai Warner Brothers dan naskah aneh sepanjang 50 halaman tentang anak-anak, tetapi bukan untuk anak-anak. Namun, eksekutif Netflix Matt Thunell melihat potensi, dan proyek itu akhirnya sampai ke meja Ted Sarandos, kepala konten saat itu.
Matt Duffer menekankan pentingnya memberi ruang bagi kreator baru untuk mewujudkan visi personal mereka tanpa intervensi berlebihan. “Saya merasa anak muda saat ini dengan lantang mengatakan bahwa mereka haus akan cerita orisinal – visi personal yang tidak disaring oleh ribuan pihak,” katanya. Ia mengkritik praktik industri yang sering kali mengubah karya kreator hingga kehilangan keunikannya.
Pesan Duffer bersaudara ini relevan bagi industri hiburan di Indonesia, di mana platform streaming semakin dominan. Banyak kreator lokal kesulitan mendapatkan kepercayaan dari rumah produksi atau platform karena minimnya rekam jejak. Namun, kesuksesan serial seperti Stranger Things membuktikan bahwa risiko dapat berbuah manis. Pertanyaannya, apakah para pengambil keputusan di Indonesia siap meninggalkan zona nyaman dan memberikan kesempatan pada ide-ide segar?



