Shakira Bantah Cari Pasangan Baru, Fokus Besarkan Anak
Baca dalam 60 detik
- Shakira menegaskan belum tertarik menjalin hubungan asmara setelah putus dari Gerard Piqué pada 2022.
- Pelantun 'She Wolf' itu memanfaatkan proses kreatif bermusik sebagai katarsis atas patah hatinya.
- Tur dunianya, Las Mujeres Ya No Lloran, mencetak rekor sebagai tur Hispanik terlaris sepanjang masa.

Shakira, penyanyi Kolombia berusia 49 tahun, menegaskan bahwa dirinya belum berniat mencari pasangan baru setelah berpisah dari mantan pesepakbola Gerard Piqué pada 2022. Dalam wawancara terbaru dengan majalah People, ibu dua anak itu mengaku fokus utama saat ini adalah membesarkan kedua putranya, Milan (13) dan Sasha (11).
“Saya hanya memikirkan membesarkan anak-anak saya. Untuk saat ini, saya belum melihat adanya ruang untuk hubungan asmara,” ujar Shakira. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan di masa depan, seraya menambahkan, “Mungkin nanti saat mereka sudah lebih besar.”
Sejak perceraiannya dengan Piqué yang mengakhiri hubungan 12 tahun mereka, Shakira memilih untuk menyalurkan emosinya melalui musik. Kolaborasinya dengan produser Bizarrap pada lagu “Shakira: Bzrp Music Sessions, Vol. 53” (2023) menjadi salah satu bentuk terapi baginya. Lagu dansa yang menyindir isu perselingkuhan Piqué itu langsung menduduki puncak tangga lagu Spotify pada hari perilisan.
“Itu adalah katarsis murni. Saya benar-benar perlu menulis tentang apa yang saya alami tanpa sensor,” kenangnya. “Setelah lagu itu rilis, saya merasa lebih ringan. Banyak wanita yang mengalami hal serupa juga mengatakan betapa pentingnya lagu itu bagi mereka.”
Kesuksesan tur dunianya, Las Mujeres Ya No Lloran World Tour, menjadi bukti lain bahwa Shakira mampu bangkit. Tur yang akan memasuki leg terakhir di Amerika Serikat mulai 13 Juni itu telah mencetak rekor sebagai tur Hispanik dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah, mencapai USD 421,6 juta dan terus bertambah. “Ini tur terbaik dalam hidup saya. Pengalaman paling gila dalam karier saya,” ujarnya antusias.
Bagi penggemar Shakira di Indonesia, kabar ini mungkin menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung, ada kisah perjuangan pribadi yang kuat. Di tengah budaya pop yang sering mengagung-agungkan hubungan romantis, pilihan Shakira untuk memprioritaskan anak dan karier bisa menjadi inspirasi. Terlebih, industri musik Indonesia juga kerap melihat fenomena serupa di mana seniman menggunakan karya sebagai sarana penyembuhan.
“Para penggemar saya telah ada untuk saya dalam suka dan duka. Mereka seperti keluarga; itu yang membuat saya terus maju.” — Shakira
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Shakira akan kembali membuka hati untuk cinta baru setelah anak-anaknya dewasa, atau justru akan terus menuai kesuksesan sebagai ikon musik global yang mandiri. Yang jelas, untuk saat ini, panggung dan kedua putranya adalah prioritas utamanya.



