Makassar Move: Jalan Sehat, Lapor Rusak, Raih Hadiah dari Pemkot
Baca dalam 60 detik
- Pemkot Makassar meluncurkan fitur Makassar Move di aplikasi Lontara Plus untuk merekam aktivitas olahraga warga.
- Setiap laporan kerusakan fasilitas publik seperti trotoar dan jalan berlubang dikonversi menjadi poin yang bisa ditukar hadiah.
- Inovasi ini menggabungkan promosi gaya hidup sehat dengan partisipasi warga dalam pengawasan infrastruktur kota.

Pemerintah Kota Makassar merilis fitur anyar bernama Makassar Move dalam aplikasi Lontara Plus, yang tidak hanya mendorong warga berolahraga rutin tetapi juga menjadikan mereka mitra pengawas kondisi fasilitas umum. Peluncuran dilakukan langsung oleh Wali Kota Munafri Arifuddin pada gelaran Makassar Half Marathon, Sabtu (30/5), di hadapan ribuan peserta.
Fitur ini dirancang untuk mencatat setiap aktivitas fisik pengguna—berlari, berjalan kaki, atau bersepeda—dan mengubahnya menjadi poin. Setiap dua pekan, Pemkot akan mengadakan tantangan dengan hadiah menarik, mulai dari perlengkapan olahraga hingga perangkat kebugaran. Namun, yang membedakan Makassar Move dari aplikasi kebugaran pada umumnya adalah mekanisme pelaporan kerusakan kota. Pengguna dapat melaporkan trotoar rusak, jalan berlubang, atau sarana umum lain yang ditemui saat beraktivitas, dan laporan tersebut juga dikonversi menjadi poin tambahan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Moh. Roem, menjelaskan bahwa semakin banyak laporan yang masuk, semakin besar poin yang terkumpul. "Peserta mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Semakin banyak poin dan semakin banyak laporan terkait fasilitas publik, khususnya pedestrian dan jalan berlubang, maka poin yang diperoleh juga akan semakin besar," ujarnya. Konsep ini menjadikan warga sebagai "mata dan telinga" pemerintah dalam pemeliharaan ruang kota.
Wali Kota Munafri menekankan bahwa Makassar Move adalah langkah baru dalam kampanye pola hidup sehat berkelanjutan. "Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mengakses Lontara Plus dan ikut dalam Makassar Move untuk gaya hidup yang lebih sehat dan lebih baik di Kota Makassar," katanya. Dengan menggabungkan kebugaran dan partisipasi sipil, Pemkot berharap semangat olahraga yang tumbuh dari event seperti MHM dapat terus terjaga, sekaligus memperbaiki infrastruktur kota secara partisipatif.
Inovasi ini menarik perhatian karena memanfaatkan gamifikasi untuk dua tujuan sekaligus: meningkatkan kesehatan masyarakat dan mempercepat perbaikan fasilitas umum. Di tengah keterbatasan anggaran dan tenaga pengawas, model seperti Makassar Move bisa menjadi solusi efisien bagi kota-kota lain di Indonesia. Pertanyaannya, seberapa efektif sistem poin ini dalam mendorong partisipasi jangka panjang, dan apakah hadiah yang ditawarkan cukup menarik untuk mengubah kebiasaan warga?



