Sertifikasi Jadi Kunci Superfood Indonesia Tembus Pasar ASEAN, China, dan AS
Baca dalam 60 detik
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) optimistis produk wellness premium mampu bertahan di tengah gejolak geopolitik global.
- Kenaikan biaya energi dan logistik akibat perang menjadi tantangan utama yang diantisipasi dengan efisiensi dan diversifikasi pasar.
- Pemenuhan standarisasi dan sertifikasi produk menjadi strategi kunci untuk bersaing di pasar ekspor seperti ASEAN, Taiwan, dan Amerika Serikat.

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yakin segmen pasar premium produk konsumer wellness, termasuk superfood sarang burung walet, akan tetap kokoh menahan guncangan geopolitik global. Direktur Utama RLCO Edwin Pranata menyatakan optimisme itu di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang kian memanas.
Meski prospek pasar cerah, perseroan tidak menutup mata terhadap risiko yang mengintai. Kenaikan harga energi dan biaya logistik akibat perang dagang serta konflik regional menjadi momok yang terus dipantau. RLCO pun menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, mulai dari efisiensi produksi hingga diversifikasi produk dan pasar ekspor.
Dalam wawancara dengan Squawk Box CNBC Indonesia, Edwin mengungkapkan bahwa target ekspor ke depan tidak hanya bertumpu pada satu kawasan. RLCO membidik pasar potensial di ASEAN, Taiwan, hingga Amerika Serikat sebagai tujuan baru. Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan pada pasar domestik dan menyebar risiko.
Di sisi lain, RLCO juga mendorong peningkatan kualitas produk melalui pemenuhan standarisasi dan sertifikasi. Edwin menekankan bahwa sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan kunci untuk membangun kepercayaan konsumen internasional. "Kami fokus pada kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi global agar produk kami bisa diterima di pasar yang paling ketat sekalipun," ujarnya.
Bagi pelaku industri wellness di Indonesia, strategi RLCO menjadi cermin bahwa daya saing ekspor tidak hanya ditentukan oleh keunggulan bahan baku, tetapi juga oleh kemampuan memenuhi standar internasional. Pemerintah pun diharapkan terus mendorong kemudahan sertifikasi dan akses pasar bagi produk superfood lokal.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah produsen superfood Indonesia lain mampu mengikuti jejak RLCO dalam merambah pasar global? Atau justru akan tergerus oleh persaingan ketat dari negara produsen lain seperti Thailand dan Vietnam yang juga gencar mempromosikan produk wellness mereka?



