Ochoa Siap Ukir Sejarah di Piala Dunia Keenam, Messi dan Ronaldo Jadi Teman Seperjalanan
Baca dalam 60 detik
- Guillermo Ochoa resmi masuk skuad Meksiko untuk Piala Dunia 2026, berpeluang tampil di edisi keenam turnamen.
- Kiper 40 tahun itu bergabung dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai pemain pertama yang dipilih untuk enam Piala Dunia.
- Meksiko akan memulai perjuangan sebagai tuan rumah bersama AS dan Kanada, dengan laga pembuka melawan Afrika Selatan pada 11 Juni.

Guillermo Ochoa, kiper veteran Meksiko, kembali menorehkan tinta emas dalam kariernya setelah namanya masuk dalam skuad El Tri untuk Piala Dunia 2026. Dengan pencapaian ini, Ochoa resmi bergabung bersama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai pemain pertama yang terpilih untuk enam edisi Piala Dunia—sebuah rekor yang menegaskan konsistensi dan dedikasinya di level tertinggi.
Pelatih Javier Aguirre mengumumkan 26 nama yang akan membela Meksiko di turnamen yang tahun ini digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ochoa, yang kini berusia 40 tahun, memulai debut Piala Dunia pada 2006 di Jerman dan terakhir kali tampil di Qatar 2022. Meski musim lalu ia bermain untuk AEL Limassol di Siprus, pengalamannya tetap menjadi aset berharga bagi skuad yang dipenuhi pemain muda.
Selain Ochoa, skuad Meksiko juga diperkuat striker Fulham Raul Jimenez serta kapten Edson Alvarez yang musim lalu dipinjamkan West Ham ke Fenerbahce. Aguirre, yang memimpin Meksiko untuk ketiga kalinya di Piala Dunia setelah 2002 dan 2010, juga memberikan tempat kepada sejumlah pemain muda potensial seperti Armando Gonzalez (23 tahun) dan dua pemain naturalisasi: gelandang kelahiran Spanyol Alvaro Fidalgo serta penyerang kelahiran Kolombia Julian Quinones.
Bagi Indonesia, kehadiran Ochoa di Piala Dunia keenam bisa menjadi inspirasi bagi kiper-kiper Tanah Air yang ingin berkarier panjang di level internasional. Fenomena kiper senior yang tetap kompetitif di usia 40 tahun jarang terjadi, dan Ochoa membuktikan bahwa disiplin serta pengalaman bisa mengalahkan usia. Di sisi lain, keberhasilan Meksiko memadukan pemain naturalisasi dengan talenta lokal juga menjadi pelajaran berharga bagi federasi sepak bola di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang kerap menghadapi polemik serupa.
Meksiko akan memainkan laga uji coba terakhir melawan Serbia sebelum turnamen dimulai. Pertandingan pembuka mereka dijadwalkan pada 11 Juni melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Kota Meksiko—sebuah laga yang sarat emosi karena Azteca menjadi saksi sejarah sepak bola Meksiko. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Korea Selatan di Zapopan pada 18 Juni dan Republik Ceko di Azteca pada 24 Juni.
Dengan status tuan rumah dan dukungan penuh publik, Meksiko diharapkan bisa melaju lebih jauh dari babak 16 besar yang kerap menjadi batas mereka. Namun, tantangan terbesar justru datang dari dalam: bagaimana Aguirre mengelola transisi antara pemain senior seperti Ochoa dan generasi baru yang minim pengalaman. Apakah rekor Ochoa akan berakhir dengan tangisan atau senyuman? Jawabannya akan terungkap di lapangan hijau Amerika Utara musim panas ini.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486411/original/051217900_1769586166-Layvin_Marc_Kurzawa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542151/original/077605100_1774935256-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-66.jpg)