Francisco Conceicao: Saya Salah Satu yang Terbaik di Dunia di Posisi Saya
Baca dalam 60 detik
- Winger Juventus Francisco Conceicao menyatakan dirinya termasuk pemain terbaik dunia di posisinya, meski catatan golnya musim ini hanya empat.
- Ia mengaku belajar banyak dari sang ayah, Sergio Conceicao, yang juga mantan pemain Serie A, namun harus menghadapi stigma nepotisme di awal karier.
- Conceicao tengah berupaya meningkatkan ketajaman di depan gawang dengan bantuan staf pelatih, fokus pada aspek mental saat penyelesaian akhir.

Winger Juventus, Francisco Conceicao, dengan percaya diri menegaskan bahwa dirinya adalah salah satu pemain terbaik di dunia untuk peran yang ia geluti. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, di tengah sorotan terhadap produktivitas golnya yang dinilai masih kurang.
Pemain berusia 23 tahun itu merupakan putra dari mantan bintang Serie A, Sergio Conceicao, yang pernah membela Lazio, Parma, dan Inter Milan, serta sempat menangani AC Milan sebagai pelatih. Francisco mengakui bahwa hubungan keluarga memberinya keuntungan sekaligus tantangan tersendiri. "Ayah saya mengajarkan saya bermain dengan passion, menikmati sepak bola, dan mencoba membuat perbedaan dengan karakteristik saya," ujarnya.
Yang menarik, Conceicao mengaku sama senangnya saat memenangkan duel dan melakukan tekel seperti saat mencetak gol. "Itu yang diajarkan ayah saya sejak kecil, bahwa memenangkan tekel sama pentingnya dengan assist atau gol. Itu memberi saya kegembiraan, sama seperti dribbling atau mencetak gol," jelasnya. Filosofi ini jarang ditemukan pada pemain sayap modern yang lebih fokus pada serangan.
Namun, menjadi anak pelatih juga membawa beban tersendiri. "Saat berusia 18 tahun, sakit rasanya mendengar orang berkata saya bermain hanya karena ayah saya pelatih. Itu membuat saya kuat secara mental dan cepat dewasa," kenang Francisco. Ia menegaskan bahwa kualitasnya yang membuatnya bermain, bukan faktor nepotisme. "Semua orang tahu saya anak Sergio Conceicao, tapi mereka juga bisa melihat saya bermain karena kualitas, bukan hanya karena anak pelatih."
Sergio Conceicao dikenal sebagai pelatih yang sangat disiplin, bahkan sampai menimbang berat badan pemain setiap hari. "Di rumah ia lebih sering memeluk, tapi di tempat kerja sangat menuntut. Saat di Porto, ia menimbang kami setiap hari. Jika berat saya kelebihan 100 gram, ia akan menyuruh saya makan lebih sedikit hari itu," ungkap Francisco.
Meski catatan golnya musim ini hanya empat dari 42 laga, Conceicao tidak kehilangan kepercayaan diri. "Tidak ada yang bisa melewati lawan, sampai seseorang melakukannya. Mentalitas saya adalah tidak takut, saya akan mencoba membuktikan diri, dan percaya bahwa saya adalah salah satu pemain terbaik di dunia di posisi saya," tegasnya. Ia juga mengakui perlu meningkatkan penyelesaian akhir, dan saat ini tengah bekerja sama dengan staf pelatih untuk memperbaiki aspek mental saat berada di depan gawang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pernyataan Conceicao ini mengingatkan pada pentingnya mentalitas pantang menyerah dan kerja keras, terlepas dari kritik yang datang. Di tengah maraknya pemain sayap cepat di Serie A, Conceicao menawarkan kombinasi langka antara kemampuan dribel dan semangat bertahan. Pertanyaannya, mampukah ia mengonversi kepercayaan diri itu menjadi gol-gol yang lebih konsisten musim depan?



