Ambisi AC Milan Mencari Pelatih Baru Terganjal Kabut Peran Zlatan Ibrahimovic
Baca dalam 60 detik
- Zlatan Ibrahimovic disebut sebagai figur paling berpengaruh di San Siro meski tanpa jabatan resmi di jajaran direksi AC Milan.
- Ketidakjelasan wewenang Ibrahimovic berpotensi menghambat perekrutan pelatih kepala dan direktur baru klub.
- Situasi ini menimbulkan spekulasi tentang struktur kekuasaan di balik layar Rossoneri yang bisa memengaruhi arah strategis klub.

Ketidakjelasan peran Zlatan Ibrahimovic di AC Milan mulai menjadi batu sandungan dalam proses pencarian pelatih kepala dan direktur anyar klub. Mantan striker yang kini berstatus penasihat senior tanpa portofolio resmi itu dinilai memiliki pengaruh terbesar di San Siro, namun batas kewenangannya yang samar justru mempersulit pengambilan keputusan strategis.
Sejak pensiun sebagai pemain pada 2023, Ibrahimovic kerap terlihat mendampingi pemilik klub, Gerry Cardinale, dalam berbagai pertemuan penting. Namun, hingga saat ini tidak ada pengumuman resmi mengenai jabatan struktural yang diembannya. Sumber internal klub menyebutkan bahwa Ibrahimovic sering kali menjadi penengah antara manajemen dan ruang ganti, tetapi tanpa wewenang formal untuk merekrut atau memberhentikan staf.
Kondisi ini menimbulkan kebingungan di kalangan calon pelatih. Beberapa kandidat potensial dikabarkan ragu untuk berkomitmen karena tidak jelas siapa yang akan menjadi atasan langsung mereka. Apakah Ibrahimovic, direktur teknik Geoffrey Moncada, atau langsung Cardinale? Ketidakpastian ini dikhawatirkan dapat memperpanjang masa transisi yang sudah berlangsung sejak pemecatan Stefano Pioli pada akhir musim lalu.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini mengingatkan pada masa-masa akhir kepemimpinan Silvio Berlusconi, di mana keputusan sering kali bersifat personal dan tidak terstruktur. “Ibrahimovic adalah simbol klub, tetapi simbol tidak bisa menjalankan operasional sehari-hari,” ujar seorang analis sepak bola Italia yang enggan disebut namanya. “Milan butuh sosok yang jelas di pucuk pimpinan, bukan bayang-bayang.”
Dampak dari kebingungan ini tidak hanya dirasakan di level pelatih. Beberapa pemain kunci, seperti Rafael Leão dan Theo Hernández, dikabarkan mulai mempertanyakan arah klub. Jika proses rekrutmen berlarut-larut, bukan tidak mungkin performa tim di lapangan ikut terpengaruh. AC Milan saat ini berada di posisi yang rawan: mereka harus segera bangkit setelah musim lalu finis di luar zona Liga Champions.
Ke depan, Cardinale harus segera menentukan apakah akan memberikan posisi resmi kepada Ibrahimovic atau membatasi pengaruhnya. Keputusan ini akan menjadi sinyal bagi publik tentang model kepemimpinan yang akan diusung RedBird Capital. Apakah Milan akan mengadopsi struktur manajemen modern yang transparan, atau justru kembali ke era kepemilikan personal yang penuh intrik?



