Allegri Segera Hengkang dari Milan, Napoli Jadi Pelabuhan Baru
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan pemutusan kontrak antara Milan dan Max Allegri diperkirakan rampung Rabu ini, membuka jalan bagi pelatih asal Italia itu menukangi Napoli.
- Allegri telah menyetujui kontrak dua tahun dengan Napoli, menggantikan Antonio Conte yang hengkang, dan akan kembali bekerja sama dengan direktur olahraga Giovanni Manna.
- Kepindahan ini mengakhiri spekulasi sengketa hukum antara Allegri dan Milan, sekaligus memberi angin segar bagi bursa transfer Napoli.

Kabar perpisahan antara AC Milan dan pelatih Max Allegri memasuki babak akhir. Berdasarkan laporan sejumlah media Italia, kedua pihak akan menandatangani kesepakatan pemutusan kontrak secara bersama pada Rabu (12/7) waktu setempat. Langkah ini menjadi prasyarat bagi Allegri untuk menerima tawaran melatih Napoli, yang sudah menanti sejak beberapa pekan terakhir.
Meski Milan telah memecat Allegri bersama direktur olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, dan direktur teknis Geoffrey Moncada dalam satu langkah dramatis, kontrak pelatih berusia 55 tahun itu secara formal masih berlaku. Tanpa penyelesaian kontrak, Allegri tidak bisa menandatangani perjanjian baru dengan klub mana pun. Proses negosiasi sempat diwarnai kekhawatiran akan berujung pada pertarungan hukum, mengingat kedua pihak bersikukuh pada detail paket pesangon. Namun, Sky Sport Italia dan Sportitalia melaporkan bahwa hambatan terakhir telah teratasi, dan dokumen pemutusan kontrak siap ditandatangani dalam waktu dekat.
Bagi Allegri, langkah ini bukan sekadar akhir dari masa baktinya di San Siro, melainkan awal dari petualangan baru bersama Napoli. Ia dikabarkan telah menyetujui kontrak berdurasi dua tahun untuk menggantikan Antonio Conte yang memutuskan hengkang. Keputusan ini sekaligus mempertemukan Allegri kembali dengan Giovanni Manna, direktur olahraga yang dulu bekerja sama dengannya di Juventus. Manna kini menjabat di bawah presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, dan diyakini akan menjadi mitra kunci Allegri dalam merancang strategi transfer musim panas ini.
Kepindahan Allegri ke Napoli memiliki implikasi menarik, tidak hanya bagi persaingan Serie A, tetapi juga bagi penggemar sepak bola Indonesia yang kerap mengikuti bursa transfer pemain bintang. Napoli, yang musim lalu tampil kurang konsisten, berharap Allegri mampu mengembalikan kejayaan klub seperti era kepelatihan Maurizio Sarri atau Luciano Spalletti. Allegri dikenal sebagai pelatih pragmatis dengan rekam jejak gemilang di Juventus, termasuk lima gelar Serie A berturut-turut. Namun, skeptisisme juga muncul mengingat gaya permainan Allegri yang cenderung defensif, berbeda dengan tradisi Napoli yang mengedepankan sepak bola menyerang.
Bagi Milan, kepergian Allegri menandai berakhirnya era yang penuh gejolak. Manajemen klub kini harus mencari pelatih baru di tengah tekanan untuk segera bangkit setelah musim lalu finis di luar zona Liga Champions. Sementara itu, Napoli mendapat suntikan pengalaman dan koneksi Allegri di pasar transfer, terutama dengan kehadiran Manna yang paham seluk-beluk negosiasi pemain.
Pertanyaan besarnya: akankah Allegri mampu beradaptasi dengan budaya klub yang berbeda dan memenuhi ekspektasi tinggi tifosi Napoli? Atau justru perseteruan dengan manajemen Milan akan menjadi preseden buruk bagi hubungannya dengan De Laurentiis? Jawabannya akan mulai terlihat dalam beberapa pekan ke depan, saat jendela transfer musim panas dibuka dan Allegri mulai meracik skuad barunya.



