Calhanoglu ke Fenerbahce? Agen Gelandang Inter Dikabarkan Temui Kandidat Presiden
Baca dalam 60 detik
- Agen Hakan Calhanoglu dikabarkan terbang ke Istanbul untuk bertemu Hakan Safi, kandidat presiden Fenerbahce yang bekerja sama dengan Paolo Maldini.
- Calhanoglu sejak kecil merupakan pendukung Galatasaray, rival berat Fenerbahce, sehingga potensi transfer ini menimbulkan kejutan di kalangan penggemar.
- Inter Milan disebut belum berniat melepas Calhanoglu, apalagi setelah sukses musim lalu, sementara posisi Safi sebagai kandidat belum pasti.

Gelandang Inter Milan Hakan Calhanoglu kembali dikaitkan dengan klub Turki, namun kali ini bukan Galatasaray—tim yang ia dukung sejak kecil—melainkan Fenerbahce, rival abadi. Kabar ini mencuat setelah agen sang pemain dilaporkan terbang ke Istanbul untuk bertemu dengan Hakan Safi, salah satu kandidat presiden Fenerbahce yang menggandeng legenda AC Milan, Paolo Maldini.
Menurut pakar transfer Turki Yagiz Sabuncuoglu, pertemuan itu terjadi di tengah hiruk-pikuk pemilihan presiden klub raksasa Istanbul tersebut. Safi, yang belum tentu terpilih, telah menjalin kerja sama dengan Maldini—mantan direktur teknik Milan—untuk merancang proyek olahraga Fenerbahce jika ia memenangkan kursi kepresidenan. Langkah ini dianggap sebagai sinyal awal bahwa Calhanoglu masuk dalam radar Fenerbahce, meski masih jauh dari kata final.
Yang menarik, Calhanoglu selama ini tak pernah menyembunyikan identitasnya sebagai penggemar Galatasaray. Ia bahkan beberapa kali menyatakan impiannya bermain untuk klub berjuluk Aslan itu. Karena itu, jika benar ia berlabuh ke Fenerbahce, kepindahan ini akan menjadi kontroversial di mata suporter. Apalagi, Calhanoglu belum pernah merasakan atmosfer sepak bola Turki sepanjang kariernya.
Inter Milan sendiri tampaknya belum berniat melepas pemain asal Turki itu. Manajemen Nerazzurri menganggap Calhanoglu sebagai aset penting setelah ketegangan di bursa transfer musim panas lalu berhasil diredam. Kesuksesan Inter meraih gelar Serie A dan Coppa Italia musim lalu turut memperkuat posisi Calhanoglu di skuad asuhan Simone Inzaghi. Apalagi, kontraknya masih panjang hingga 2027, sehingga Inter bisa mematok harga tinggi jika ada tawaran serius.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisruh ini mengingatkan pada drama transfer pemain keturunan atau diaspora yang kerap terjadi di Liga 1. Namun, skala dan intensitasnya jelas berbeda. Di level Eropa, pertemuan agen dengan kandidat presiden klub saja sudah cukup menjadi bahan spekulasi besar. Apalagi, keterlibatan Maldini—ikon sepak bola dunia—menambah bobot rumor ini.
Ke depannya, nasib Calhanoglu akan sangat tergantung pada hasil pemilihan presiden Fenerbahce. Jika Safi menang, bukan tidak mungkin proyek besar termasuk membajak Calhanoglu dari Inter akan dijalankan. Namun, jika kalah, rumor ini akan meredup. Pertanyaan besarnya: beranikah Calhanoglu mengecewakan masa kecilnya demi tantangan baru di klub rival?



