Proses Naturalisasi Dua Pemain Diaspora Masih Berlarut, Herdman Berharap Dukungan Pemerintah
Baca dalam 60 detik
- Luke Vickery dan Mitchell Baker belum memiliki paspor Indonesia sehingga belum bisa memperkuat timnas dalam laga uji coba melawan Oman dan Mozambik pekan depan.
- Pelatih John Herdman mengapresiasi dukungan pemerintah selama ini, namun berharap proses naturalisasi kedua pemain bisa dipercepat agar mereka segera tersedia untuk pertandingan resmi.
- Kedua pemain tetap mengikuti pemusatan latihan di Jakarta sebagai bagian dari strategi jangka panjang PSSI untuk memperkuat skuad Garuda.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7336618/original/055797600_1780120424-20260530_105918.jpg)
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyatakan bahwa dua pemain diaspora, Luke Vickery dan Mitchell Baker, belum bisa membela skuad Garuda dalam laga uji coba kontra Oman dan Mozambik pada pekan depan karena proses naturalisasi mereka belum tuntas. Kedua pemain masih menunggu penyelesaian administrasi kewarganegaraan, meski sudah bergabung dalam pemusatan latihan di Stadion Madya, Jakarta, sejak akhir pekan lalu.
Herdman mengungkapkan harapannya agar pemerintah dan instansi terkait dapat mempercepat pengurusan paspor Indonesia bagi Vickery dan Baker. “Kami berharap para pejabat yang mengelola proses ini, yang selama ini sudah sangat mendukung tim nasional, dapat terus membantu kami,” ujarnya di sela-sela latihan di Stadion Madya GBK, Jakarta, Sabtu (30/5/2026). Menurutnya, kedua pemain memiliki potensi yang menjanjikan dan sudah masuk dalam rencana jangka panjang PSSI.
Vickery dan Baker mendapat izin dari klub masing-masing untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia pada Juni ini. Herdman mengaku ingin melihat langsung kemampuan mereka di lapangan. “Mereka adalah dua pemain yang kami pantau dalam pendekatan naturalisasi. Kami memiliki strategi khusus untuk keduanya. Masa libur kompetisi mereka sangat cocok dengan jadwal pemusatan latihan ini,” jelas pelatih asal Selandia Baru tersebut.
Meski belum bisa diturunkan dalam pertandingan, Herdman memastikan kedua pemain akan tetap berada di pemusatan latihan. “Mereka akan berlatih bersama tim minggu ini. Proses naturalisasi memang memakan waktu, tetapi kami optimistis semuanya bisa rampung secepatnya,” tambahnya. Kehadiran Vickery dan Baker diharapkan dapat menambah kedalaman skuad Timnas Indonesia, terutama di sektor pertahanan dan lini tengah.
Keterlambatan proses naturalisasi ini menjadi pengingat akan tantangan birokrasi yang kerap menghambat rencana PSSI dalam mendatangkan pemain keturunan. Sebelumnya, beberapa pemain diaspora lain juga mengalami nasib serupa, di mana proses administrasi memakan waktu berbulan-bulan. Herdman menekankan pentingnya dukungan penuh dari semua pihak agar target penguatan timnas tidak terhambat oleh urusan non-teknis.
Ke depan, PSSI dihadapkan pada agenda padat, termasuk kualifikasi Piala Dunia 2026 dan turnamen regional. Jika naturalisasi Vickery dan Baker segera rampung, keduanya bisa menjadi opsi tambahan bagi Herdman dalam menghadapi lawan-lawan tangguh. Pertanyaannya, akankah birokrasi mampu bergerak lebih cepat demi mengejar target prestasi sepak bola nasional?



