Uzbekistan Umumkan Skuad Perdana Piala Dunia, Khusanov Jadi Andalan
Baca dalam 60 detik
- Abdukodir Khusanov menjadi pemain Uzbekistan pertama di Premier League dan masuk skuad Piala Dunia 2026.
- Uzbekistan debut di Piala Dunia di bawah asuhan Fabio Cannavaro, dengan Eldor Shomurodov sebagai kapten.
- Laga perdana melawan Kolombia pada 18 Juni akan menjadi ujian berat bagi tim Asia Tengah ini.

Manchester City resmi melepas bek mudanya, Abdukodir Khusanov, untuk membela Uzbekistan di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 22 tahun itu menjadi salah satu dari 26 nama yang dipanggil pelatih Fabio Cannavaro untuk turnamen perdana negaranya.
Khusanov, yang bergabung dengan City dari Lens pada Januari 2025, mencatatkan sejarah sebagai pemain Uzbekistan pertama yang merumput di Premier League. Dalam 47 penampilannya bersama The Citizens, ia turut mengantarkan tim meraih gelar FA Cup dan Carabao Cup musim lalu. Kehadirannya di lini belakang Uzbekistan diharapkan mampu memberi ketenangan, terutama saat menghadapi lawan-lawan berat di Grup K.
Uzbekistan tergabung dalam Grup K bersama Kolombia, Portugal, dan DR Congo. Laga pembuka melawan Kolombia dijadwalkan pada 18 Juni, disusul pertandingan melawan Portugal dan DR Congo. Bagi Uzbekistan, ini adalah debut bersejarah di ajang Piala Dunia, setelah sekian lama berjuang di kualifikasi zona Asia.
Menariknya, skuad Uzbekistan tidak hanya mengandalkan pemain lokal. Sejumlah nama merumput di liga-liga Eropa dan Timur Tengah, seperti Jaloliddin Masharipov (Esteghlal, Iran) dan Abbosbek Fayzullaev (Istanbul Basaksehir). Namun, sorotan utama tetap tertuju pada Khusanov yang telah malang melintang di Inggris. Menurut analis sepak bola Asia, kehadiran pemain berlevel Premier League bisa menjadi pembeda bagi tim debutan seperti Uzbekistan.
Bagi Indonesia, keberhasilan Uzbekistan menembus Piala Dunia menjadi cermin perjalanan panjang sepak bola Asia Tengah. Dengan populasi sekitar 35 juta jiwa, Uzbekistan mampu melahirkan pemain-pemain yang kompetitif di level tertinggi. Pelajaran berharga bagi Indonesia yang juga tengah membangun infrastruktur dan pembinaan usia muda. Kehadiran Khusanov di Premier League membuktikan bahwa pemain Asia Tengah bisa bersaing di liga top Eropa, sebuah motivasi bagi talenta muda di kawasan.
Fabio Cannavaro, yang membawa Italia juara dunia 2006, kini ditantang mengulang sukses sebagai pelatih. Ia hanya punya waktu singkat untuk mematangkan taktim sebelum turnamen. Pertanyaan besarnya: mampukah Uzbekistan mencuri satu tiket ke fase gugur? Atau akankah pengalaman minim menjadi batu sandungan?

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6720962/original/023146300_1779536832-BL1_0903.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7771947/original/047565800_1780583462-1000438013.jpg)