Telmo Castanheira Pamit dari Persik, Dua Klub BRI Super League Berebut
Baca dalam 60 detik
- Gelandang asal Portugal berusia 34 tahun itu mengumumkan perpisahan melalui Instagram setelah satu musim membela Persik Kediri.
- Persebaya Surabaya dan Persita Tangerang disebut-sebut menjadi tujuan potensial pemain yang sempat menjadi andalan Ong Kim Swee.
- Statistik 21 laga dengan 2 gol dan 1 assist menjadi modal Telmo untuk tetap berkarier di Indonesia musim depan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7582983/original/057865400_1780364199-1000888706.jpg)
Gelandang bertahan Persik Kediri, Telmo Castanheira, secara resmi mengumumkan pamit dari klub melalui unggahan Instagram pribadinya, menandai akhir masa baktinya yang hanya berlangsung satu musim. Pemain asal Portugal berusia 34 tahun itu kini dikaitkan dengan dua klub papan atas BRI Super League, Persebaya Surabaya dan Persita Tangerang, yang siap memanfaatkan bursa transfer musim depan.
Dalam pernyataannya, Telmo menyampaikan rasa terima kasih kepada Persikmania dan seluruh elemen klub. “Terima kasih Persik Kediri untuk musim 2025/2026. Merupakan sebuah kehormatan bisa mewakili klub ini, dan saya akan selalu mengenang momen-momen tak terlupakan di Stadion Brawijaya,” tulisnya. Ia juga menambahkan harapan untuk bertemu kembali dengan suporter di stadion lain, mengindikasikan niatnya untuk melanjutkan karier di Indonesia.
Telmo bergabung dengan Persik pada awal musim atas rekomendasi pelatih Ong Kim Swee, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengannya di Sabah FC, Liga Super Malaysia. Di bawah asuhan Ong, Telmo menjadi pilihan utama di lini tengah sebelum kedatangan Marcos Reina mengurangi menit bermainnya. Meski sempat terhambat cedera dan akumulasi kartu merah, ia berhasil kembali dan membentuk duet solid bersama Imanol Garcia. Total, ia menuntaskan 21 pertandingan dengan kontribusi dua gol dan satu assist.
Kepergian Telmo menjadi bagian dari perombakan skuad Persik. Sebelumnya, kiper asal Brasil Leo Navacchio juga memastikan hengkang setelah dua musim, sementara dua pemain Spanyol, Kiko Carneiro dan Jon Toral, memilih bertahan. Situasi ini menunjukkan dinamika bursa transfer yang mulai bergerak meski kompetisi baru saja usai.
Nama Telmo mulai dikaitkan dengan Persebaya dan Persita. Jika bergabung dengan Bajul Ijo, ia akan kembali bertemu pelatih Bernardo Tavares, sesama rekan senegara dari Spanyol. Sementara Persita, yang juga membutuhkan pengalaman di lini tengah, bisa menjadi alternatif menarik. Kalimat penutup Telmo, “Sampai jumpa lagi suatu tempat di stadion yang lain,” memperkuat spekulasi bahwa ia akan tetap berkarier di Indonesia.
Dengan pengalaman di Liga Super Malaysia dan satu musim di Indonesia, Telmo menawarkan kematangan dan kemampuan bertahan yang dibutuhkan klub-klub papan atas. Pertanyaannya, akankah ia memilih Persebaya yang tengah membangun skuad di bawah Tavares, atau justru Persita yang ingin memperkuat lini tengah? Keputusan akan terjawab dalam bursa transfer mendatang.



