Polri Pacu Swasembada Pangan: Lahan Bawang Putih Sembalun Melonjak ke 534 Hektare
Baca dalam 60 detik
- Luas areal bawang putih binaan Satgas Pangan Polri di Sembalun, NTB, meningkat 35 kali lipat dalam setahun, dari 15 menjadi 534 hektare.
- Varietas unggul Sangga Sembalun dan Lumbu Putih menghasilkan 20โ25 ton per hektare, dan varietas baru HAAS siap uji genetik.
- Inisiatif ini diharapkan memangkas impor bawang putih yang mencapai 500.000 ton per tahun dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Satuan Tugas Pangan Polri mencatat lonjakan signifikan luas pertanaman bawang putih di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dari lahan uji coba seluas 15 hektare pada 2025, areal tanam kini membengkak menjadi 534 hektare hingga Juli 2026 โ sebuah lompatan yang memperkuat harapan swasembada komoditas tersebut.
Angka itu disampaikan Kapolda Lampung sekaligus Kasatgas Pangan Daerah, Irjen Pol. Helfi Assegaf. Ia mengungkapkan bahwa program yang dirintisnya saat menjabat Kasatgas Pangan Polri ini melibatkan Kelompok Tani Pusuk Pujata. Hasilnya, dua varietas unggulan โ Sangga Sembalun dan Lumbu Putih โ mampu berproduksi rata-rata 20 hingga 25 ton per hektare, melampaui rerata nasional yang masih di kisaran 10โ12 ton.
Keberhasilan ini menjadi relevan di tengah ketergantungan Indonesia pada bawang putih impor yang mencapai sekitar 500.000 ton setiap tahun. Menurut data Kementerian Pertanian, produksi dalam negeri baru memenuhi kurang dari 40 persen kebutuhan. Jika pola Sembalun dapat direplikasi, bukan tidak mungkin target swasembada yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto terwujud lebih cepat.
Helfi menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi ketahanan bangsa di tengah ketidakpastian global. โSinergi Polri dan petani menjadi bukti bahwa kehadiran negara mampu mendorong produksi lokal,โ ujarnya dalam keterangan resmi. Ia juga menambahkan bahwa ke depan akan diperkenalkan varietas baru hasil uji genetik bernama HAAS. Varietas ini diklaim dapat ditanam di berbagai ketinggian, lebih adaptif terhadap perubahan iklim, dan menghasilkan umbi lebih besar.
Inovasi genetik HAAS membuka peluang pengembangan bawang putih di luar Sembalun โ seperti dataran tinggi di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Jika uji coba skala luas berhasil dalam satu hingga dua musim tanam ke depan, Polri berencana memperluas kemitraan dengan kelompok tani di daerah lain. Namun tantangan seperti infrastruktur irigasi, akses pupuk, dan stabilitas harga masih perlu diurai bersama Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Polri sebagai institusi keamanan akan terus menjadi motor penggerak sektor pangan, atau akan menyerahkan tongkat estafet ke kementerian teknis setelah tahap percontohan selesai? Yang jelas, panen perdana varietas HAAS di Sembalun dalam waktu dekat akan menjadi batu uji bagi ambisi swasembada bawang putih nasional.



