Zinedine Zidane Resmi Tangani Timnas Prancis, Gantikan Deschamps
Baca dalam 60 detik
- Zidane ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Prancis setelah Deschamps mundur usai Piala Dunia 2026.
- Legenda Prancis itu akan memimpin Les Bleus menuju kualifikasi Piala Dunia 2030 dan Euro 2028.
- Keputusan ini dinilai sebagai langkah ambisius FFF untuk mengembalikan kejayaan setelah finis keempat di Piala Dunia.

Zinedine Zidane secara resmi ditunjuk sebagai pelatih baru tim nasional Prancis, menggantikan Didier Deschamps yang mengakhiri masa baktinya selama 14 tahun setelah tersingkir di semifinal Piala Dunia 2026. Keputusan ini diumumkan oleh Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) pada hari yang sama dengan mundurnya Deschamps, yang gagal membawa Les Bleus ke final usai kalah dari Spanyol.
Zidane, yang tidak menangani klub mana pun sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021, akan menandatangani kontrak yang mencakup kualifikasi Piala Dunia 2030. Pria berusia 54 tahun itu menyebut penunjukan ini sebagai "kebanggaan besar" dan mengakui tanggung jawab berat yang diembannya. "Tidak ada yang lebih besar dari tim nasional Prancis. Ini adalah kegembiraan dan kebanggaan luar biasa menjadi manajer tim ini," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Penunjukan Zidane telah lama dinantikan. Sejak tersingkirnya Prancis di babak grup Piala Dunia 2010, namanya kerap dikaitkan dengan kursi pelatih. Kini, setelah 16 tahun, ambisi itu terwujud. Presiden FFF Philippe Diallo menyebut Zidane sebagai "legenda" yang akan membawa tim dengan potensi langka menuju ambisi tertinggi.
Masa kepelatihan Zidane di level klub terbilang gemilang. Setelah memulai dari Real Madrid Castilla pada 2014, ia naik ke tim utama pada Januari 2016 dan langsung membawa Madrid meraih gelar Liga Champions. Prestasi itu diikuti dua gelar berturut-turut, menjadikan Madrid klub pertama yang memenangkan tiga gelar Liga Champions beruntun di era modern. Zidane juga memenangkan La Liga pada 2017 dan 2020. Namun, musim 2020-21 tanpa gelar membuatnya hengkang dan sejak itu ia menganggur.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, penunjukan Zidane menjadi sorotan tersendiri. Sosoknya yang ikonik sejak era Galacticos Real Madrid โ bersama Ronaldo, Figo, dan Beckham โ masih melekat di ingatan. Kehadirannya di timnas Prancis diharapkan bisa meningkatkan daya tarik sepak bola Eropa di Indonesia, sekaligus menjadi contoh bagi pelatih lokal tentang pentingnya membangun budaya kemenangan. Di tengah gempuran liga-liga top Eropa, kisah Zidane menunjukkan bahwa perpaduan antara bakat pemain dan kecerdasan taktik dapat menghasilkan sukses berkelanjutan.
Langkah pertama Zidane akan diuji dalam lanjutan Nations League melawan Turki pada 25 September. Setelah itu, tugas besar menanti: membawa Prancis lolos ke Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. Pertanyaan besarnya, mampukah Zidane menyamai atau bahkan melampaui pencapaian Deschamps yang mempersembahkan gelar Piala Dunia 2018? Atau justru akan mengulang kegagalan seperti yang dialami Deschamps di Piala Dunia 2026? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti, dunia sepak bola kembali menyaksikan sang maestro mengambil alih panggung utama.



