Frankfurt Rekrut Bek Brasilian Muda Otávio, Kontrak hingga 2031
Baca dalam 60 detik
- Eintracht Frankfurt mengontrak bek tengah Brasil berusia 20 tahun, Otávio, dari Estrela Amadora dengan durasi kontrak hingga 2031.
- Otávio, bertinggi 193 cm, tampil 22 kali di liga utama Portugal musim lalu dan dinilai memiliki potensi besar oleh direktur olahraga Frankfurt.
- Rekruitmen ini memperkuat lini pertahanan Frankfurt yang dianggap perlu tambahan bek kidal dengan mentalitas kuat.

Eintracht Frankfurt resmi mendatangkan bek tengah asal Brasil, Otávio, dari klub Liga Portugal Estrela Amadora dengan kontrak jangka panjang hingga 2031, sebagai investasi masa depan lini belakang Die Adler.
Pemain berusia 20 tahun itu mencatat 22 penampilan di kompetisi tertinggi Portugal musim lalu dan berperan besar dalam misi timnya menghindari degradasi. Sebelum merumput di Eropa, Otávio menimba ilmu di akademi Botafogo, Brasil. Dengan tinggi 1,93 meter dan postur atletis, ia dianggap memiliki kombinasi kecepatan dan kekuatan udara yang mumpuni.
Direktur Olahraga Frankfurt, Timmo Hardung, menyambut positif kedatangan Otávio. "Kami mendatangkan bek tengah muda dengan potensi perkembangan luar biasa. Ia seorang kidal, tinggi, atletis, cepat, dan memiliki mentalitas bertahan yang kuat—sesuatu yang secara spesifik ingin kami perkuat di skuat. Kami yakin dia akan memberikan banyak kebahagiaan bagi Eintracht," ungkap Hardung.
Otávio sendiri mengaku bangga bergabung dengan klub sekelas Frankfurt. "Saya sangat senang bisa mengenakan seragam Eintracht Frankfurt. Bergabung dengan klub tradisi besar yang kerap tampil di turnamen utama adalah mimpi yang menjadi kenyataan dan langkah penting dalam karier saya," ujar pemain kelahiran 2004 tersebut.
Kedatangan Otávio memperkuat lini pertahanan Frankfurt yang tengah bersiap menghadapi musim 2025/26. Ia akan bergabung dengan pemusatan latihan pramusim di Grassau am Chiemsee dan berpotensi diturunkan pada laga perdana DFB-Pokal melawan St. Tönis (21 Agustus) serta laga pembuka Bundesliga kontra Union Berlin (29 Agustus).
Di Indonesia, minat terhadap Bundesliga terus meningkat seiring siaran langsung pertandingan dan banyaknya pemain Asia yang merumput di Jerman. Meski Frankfurt belum memiliki pemain Indonesia, langkah ini menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mulai memburu bakat muda Brasil sejak dini—sebuah tren yang bisa menjadi pelajaran bagi pesepakbola muda Tanah Air untuk menembus pasar Eropa.
Dengan fisik menjulang dan mentalitas baja, Otávio diharapkan mampu bersaing di lini belakang Frankfurt yang padat. Akankah ia menjadi bek andalan dalam waktu dekat atau butuh masa adaptasi lebih panjang? Musim depan akan menjadi ujian nyata bagi pemain muda asal Brasil tersebut.



