Chloe Kelly Bangkit dari Masa Sulit: Target Utama Tetap Bugar untuk Musim Baru
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Arsenal Chloe Kelly mengaku musim panas ini dimanfaatkan untuk pemulihan fisik dan mental setelah musim lalu terganggu cedera.
- Arsenal melakukan perombakan besar dengan merekrut tujuh pemain baru, termasuk bintang Inggris Georgia Stanway dan bek Spanyol Ona Batlle.
- Kelly memilih fokus pada jangka pendek demi kebugaran, sementara jalan menuju Piala Dunia 2026 masih terbuka bagi Inggris.

Chloe Kelly, penyerang Arsenal dan timnas Inggris, mengaku musim panas ini ia habiskan untuk memulihkan diri setelah musim lalu yang kurang memuaskan akibat cedera. “Saya butuh musim panas ini untuk bekerja pada fisik saya, menyeimbangkan latihan di gym, di lapangan, dan waktu istirahat,” ujarnya dalam wawancara dengan BBC Sport.
Kelly bergabung dengan Arsenal pada Januari 2025 setelah melalui masa sulit di Manchester City, di mana ia merasa terdorong untuk secara terbuka menyatakan keinginan pindah. Kepindahan itu seperti kembali ke rumah—ia pertama kali mengenakan seragam Arsenal saat berusia 12 tahun. Namun, ketidakpastian menyelimuti kedatangannya. “Ada rasa takut akan hal yang tidak diketahui. Saya merefleksikan akhir masa saya di City sebagai momen gelap, tetapi juga pembelajaran tentang diri sendiri,” kenangnya.
Meski sempat bersinar dengan dua gol dan lima assist di paruh kedua musim 2024-25, serta membantu Arsenal meraih gelar Liga Champions Wanita kedua, musim lalu Kelly hanya tampil sebagai starter sebanyak empat kali di Liga Super Wanita (WSL). Cedera menjadi penghalang utama. “Saya punya target besar untuk melakukan hal luar biasa di Arsenal musim penuh pertama saya, dan saya sedikit kecewa tidak bisa mewujudkannya,” akunya.
Memasuki musim baru yang dimulai 4 September, Kelly menegaskan prioritasnya adalah tetap bugar dan siap kapan pun dibutuhkan. Ia juga berperan sebagai 'kakak asuh' bagi rekan-rekan baru seperti gelandang Inggris Georgia Stanway dan bek Spanyol Ona Batlle yang didatangkan gratis. “Saya hanya berusaha menjadi orang baik, menyambut mereka, dan memastikan mereka merasa nyaman,” kata Kelly. Di luar lapangan, ia mengaku bukan tipe sosial—lebih suka pulang ke rumah bersama keluarga dan anjing-anjingnya.
Kisah Kelly menarik perhatian penggemar sepak bola di Indonesia, di mana antusiasme terhadap WSL mulai tumbuh. Meski level kompetisi masih jauh, perjuangan Kelly dari masa kelam menuju puncak bisa menjadi inspirasi bagi pesepakbola wanita Tanah Air yang kerap menghadapi keterbatasan dukungan dan fasilitas. Di sisi lain, kehadiran pemain seperti Stanway dan Batlle menunjukkan betapa kompetitifnya WSL—liga yang terus menjadi kiblat bagi pesepakbola wanita global.
Dengan Piala Dunia 2026 di Brasil yang menanti—asalkan Inggris lolos play-off musim gugur ini—Kelly memilih tidak terlalu memikirkannya. “Gol dan assist saya sangat penting, jadi saya akan memastikan benar-benar fokus. Saya akan pikirkan Piala Dunia lebih dekat ke waktunya,” ujarnya. Pertanyaannya, bisakah Kelly mempertahankan kebugaran dan momentum untuk kembali menjadi andalan Arsenal dan Inggris?
Di tengah persaingan ketat di lini depan Arsenal, Kelly sadar ia tidak bisa menjadi starter otomatis. Namun, dengan tekad yang diperbarui dan dukungan para pendatang baru, ia optimistis bisa berkontribusi penuh. “Saya dalam kondisi yang sangat baik saat ini. Target utama saya tetap fit dan segar sepanjang musim,” pungkasnya.



