Kecelakaan Jip Wisata di Bromo Tewaskan Dua Orang, Sopir Diduga Alami Rem Blong
Baca dalam 60 detik
- Jip hardtop yang membawa lima orang terguling di tikungan tajam Bromo, menewaskan sopir dan seorang wisatawan.
- Kecelakaan diduga akibat rem blong saat melintasi turunan curam, menyebabkan kendaraan oleng dan menabrak tebing.
- Tiga penumpang luka ringan masih dirawat, sementara kerugian materiil ditaksir mencapai Rp10 juta.

Kecelakaan tunggal jip wisata di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Jumat pagi, merenggut nyawa dua orang dan melukai tiga penumpang lainnya. Insiden terjadi di tikungan leter S, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 06.30 WIB, saat kendaraan melaju dari Penanjakan menuju Lautan Pasir.
Menurut Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca, jip bernomor polisi BG-1478-EF itu mengangkut lima orang: satu pengemudi dan empat penumpang. Diduga rem kendaraan blong saat melewati jalur turunan tajam, sehingga sopir kehilangan kendali. Mobil oleng ke kanan, menabrak tebing, lalu terguling. Benturan keras membuat bagian depan ringsek dan roda kanan depan patah.
"Kronologinya, mobil dari arah Penanjakan menuju Lautan Pasir. Sampai di TKP diduga mengalami kelainan di bagian rem, sehingga kendaraan oleng dan nabrak tebing sebelah kanan," ujar Derie saat dikonfirmasi.
Dua korban meninggal adalah Muhammad Sonif (53), sopir asal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, dan Yolanda Wahyu Anggraeni (27), wisatawan asal Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sonif meninggal di tempat akibat luka parah di kepala, sementara Yolanda sempat dievakuasi ke Puskesmas Sukapura, Probolinggo, sebelum dinyatakan meninggal.
Tiga penumpang lain—Fardan Rasid (24), Zaimah Hani (56), dan Futri Nadira Nofasari (25)—mengalami luka ringan dan masih menjalani perawatan medis. Mereka terdiri dari seorang anggota TNI-AU asal Malang serta dua warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kerugian materiil akibat kerusakan jip ditaksir mencapai Rp10 juta.
Kecelakaan ini kembali menyoroti keselamatan transportasi wisata di kawasan Bromo, yang dikenal memiliki medan ekstrem dengan turunan curam dan tikungan tajam. Jalur Penanjakan menuju Lautan Pasir kerap dilalui jip hardtop yang mengangkut wisatawan, namun kondisi rem kendaraan sering dipertanyakan. Belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perhubungan atau pengelola wisata setempat mengenai langkah antisipasi pasca-insiden.
Ke depan, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap standar kelayakan kendaraan wisata di Bromo, termasuk pemeriksaan rem rutin dan pembatasan kecepatan di titik rawan. Apakah pihak berwenang akan memperketat regulasi atau membatasi jumlah penumpang per jip? Pertanyaan ini menunggu jawaban dari pemerintah daerah dan pengelola kawasan.



