Operasi Penyelamatan di Gua Laos: Satu dari Lima Pria Berhasil Dievakuasi
Baca dalam 60 detik
- Tim penyelamat internasional berhasil mengeluarkan pria pertama dari lima yang terperangkap di gua banjir Laos sejak 20 Mei.
- Dua orang lainnya masih hilang, sementara empat korban selamat lainnya akan dievakuasi menyusul setelah kondisi cuaca diperkirakan memburuk.
- Operasi ini mengingatkan pada misi penyelamatan tim sepak bola Thailand 2018, dengan tantangan medan ekstrem dan waktu yang sempit.

Operasi penyelamatan dramatis di sebuah gua terpencil di Laos akhirnya membuahkan hasil: satu dari lima pria yang terperangkap selama lebih dari seminggu berhasil dievakuasi pada Jumat (31/5). Kelompok tersebut sebelumnya dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang kawasan pertambangan emas ilegal di Provinsi Xaysomboun pada 20 Mei lalu.
Korban selamat pertama ditemukan dalam kondisi lemah, kedinginan, dan kelaparan saat tim penyelam menemukan mereka berlima berdesakan sekitar 300 meter dari mulut gua pada Rabu (29/5). Dua rekannya masih dinyatakan hilang dan belum diketahui nasibnya. Tim penyelamat dari Thailand yang memimpin operasi mengunggah foto evakuasi di media sosial, memperlihatkan seorang pria diseret keluar dari kegelapan gua.
“Korban pertama telah berhasil diselamatkan. Kami akan mengevakuasi empat lainnya dan melanjutkan pencarian dua orang yang hilang besok,” tulis anggota tim penyelamat Thailand, Kengkard Bonggawong, dalam pernyataan di Facebook. Cuaca menjadi ancaman serius: badai petir dan hujan diperkirakan melanda 60 persen wilayah tersebut pada Jumat malam, berpotensi memperparah kondisi banjir di dalam gua.
Upaya awal untuk memompa keluar air banjir gagal total. Sebagai langkah darurat, para ahli sempat mempertimbangkan mengajarkan teknik menyelam kepada para korban agar bisa berenang keluar sendiri. Namun, metode evakuasi yang akhirnya digunakan belum diungkap secara rinci; tim penyelamat berjanji akan memberikan penjelasan lengkap setelah semua korban dievakuasi.
Kisah ini menyita perhatian komunitas penyelam internasional. Spesialis dari Thailand, Indonesia, Prancis, dan Australia telah tiba di Laos untuk memperkuat operasi. Salah satu penyelam yang terlibat, Mikko Paasi asal Finlandia, juga merupakan bagian dari misi penyelamatan tim sepak bola Thailand di Gua Tham Luang pada 2018. “Lingkungan di sini sangat tidak bersahabat, apa pun bisa terjadi,” ujar Paasi kepada CBS News.
Bagi Indonesia, operasi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana dan kerja sama regional. Kehadiran penyelam Indonesia dalam misi ini menunjukkan solidaritas ASEAN dalam menghadapi situasi darurat. Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah teknologi dan protokol penyelamatan gua di Asia Tenggara perlu ditingkatkan, mengingat risiko serupa bisa terjadi di wilayah karst Indonesia seperti di Gunung Kidul atau Papua.



