Ricardo Pepi Akhirnya Bersinar: Dari Patah Hati Qatar 2022 ke Panggung Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Striker PSV Eindhoven, Ricardo Pepi, resmi masuk skuad AS untuk Piala Dunia 2026 setelah absen di Qatar 2022.
- Pelatih Mauricio Pochettino menyebut Pepi sebagai penyerang dengan sentuhan akhir terbaik di timnas AS.
- Perjalanan karier Pepi penuh liku, termasuk cedera dan batal transfer, namun kini ia menjadi senjata utama di lini depan.
Ricardo Pepi, striker muda PSV Eindhoven, akhirnya mendapatkan panggung yang telah lama dinantikan: Piala Dunia 2026. Setelah gagal masuk skuad Amerika Serikat untuk Qatar 2022, pemain berusia 23 tahun itu kini menjadi bagian tak tergantikan dalam rencana Mauricio Pochettino.
Kepastian itu datang saat Pochettino mengumumkan skuad AS untuk turnamen yang akan digelar di Amerika Utara. Pepi, yang lahir di El Paso, Texas, dari orang tua Meksiko, dianggap sebagai representasi sempurna dari hubungan erat kedua negara. "Dia adalah striker dengan sentuhan akhir terbaik di timnas AS," ujar Pochettino kepada Telemundo. "Dia tidak perlu terlibat dalam permainan secara mendalam, tetapi selalu menciptakan peluang di depan gawang."
Perjalanan Pepi menuju panggung dunia tidaklah mulus. Pada November 2022, ia menjadi salah satu pemain yang dicoret dari skuad Gregg Berhalter untuk Qatar 2022. Padahal, saat itu ia baru berusia 18 tahun dan telah mencetak tiga gol dalam kualifikasi, termasuk gol kemenangan krusial melawan Honduras. Performa impresifnya bersama FC Dallas di MLS membawanya ke Augsburg di Bundesliga dengan rekor transfer termahal pemain MLS ke Eropa.
Namun, kegagalan di Qatar justru menjadi titik balik. Setelah masa peminjaman yang gemilang di Groningen, Belanda, ia direkrut PSV Eindhoven pada Januari 2023 atas rekomendasi direktur teknis Earnie Stewart. Meskipun sempat dihantam cedera dan gagal transfer ke Fulham, Pepi bangkit dengan mencetak dua digit gol dalam dua musim beruntun serta 21 kontribusi gol di musim 2025-26. "Kemampuannya di dalam kotak penalti mematikan. Saat ia mendapatkan bola di kaki kanan, kami sudah bisa bersiap merayakan gol," puji Stewart.
Pepi akan bersaing dengan Folarin Balogun dan Haji Wright di lini depan AS. Meskipun Balogun diperkirakan menjadi starter di laga pembuka melawan Paraguay pada 12 Juni, Pepi menawarkan opsi berbeda. Mantan striker AS Jozy Altidore menggambarkannya sebagai pemain yang lebih lincah, sedikit kasar, tetapi selalu menekan dan menjadi finisher ulung. Akurasi tembakannya dianggap paling baik di antara ketiganya, dan ia tidak masalah jika harus turun dari bangku cadangan.
Bagi Indonesia, perjalanan Pepi menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya ketekunan dan adaptasi. Pemain muda yang sempat terpinggirkan justru berkembang di liga Eropa, menunjukkan bahwa kegagalan bukan akhir segalanya. Dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara, termasuk Meksiko, kisah Pepi juga menyoroti bagaimana pemain diaspora dapat memperkuat ikatan budaya dan sepak bola antarnegara.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Pepi membuktikan bahwa ia layak menjadi andalan di panggung terbesar? Dengan dukungan penuh dari Pochettino dan rekan setimnya, jawabannya akan terlihat di lapangan hijau Los Angeles pada Juni mendatang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5180581/original/053767000_1743787310-GntEocNb0AAME5J.jpeg)
