Harga Akomodasi Melonjak Drastis, Fans BTS Kecewa Berat pada Busan
Baca dalam 60 detik
- Konser BTS di Busan pada Juni mendatang memicu lonjakan harga hotel dan Airbnb yang dianggap tak wajar oleh penggemar.
- Fans membandingkan dengan Seoul yang tetap stabil saat konser gratis, menimbulkan kekesalan dan ancaman boikot akomodasi Busan.
- Fenomena ini mengingatkan pada praktik 'price gouging' di Indonesia saat event besar, yang kerap merugikan konsumen dan citra kota.

Lonjakan harga akomodasi di Busan menjelang konser BTS pada 12-13 Juni mendatang memicu kemarahan para penggemar K-pop, yang menilai tarif kamar hotel dan Airbnb di kota pelabuhan Korea Selatan itu sudah tidak masuk akal. Seorang penggemar berusia 28 tahun mengaku terpaksa mencari tempat menginap di luar Busan karena harga yang ditawarkan dinilai 'sangat keterlaluan'.
Konser bertajuk 'Arirang' ini menjadi momen spesial karena bertepatan dengan peringatan 13 tahun debut BTS sekaligus comeback grup setelah vakum cukup lama. Antusiasme penggemar global diperkirakan akan membanjiri Busan, namun alih-alih menyambut hangat, para pelaku industri perhotelan justru dituding memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara drastis.
Fenomena ini bukan kali pertama terjadi di Korea Selatan. Sebelumnya, konser gratis BTS di Seoul tidak memicu gejolak harga akomodasi serupa. Perbedaan perlakuan ini membuat sebagian penggemar kecewa dan mengancam akan menghindari Busan di masa depan. 'Saya ingin menjelajahi kota ini, tapi sekarang saya terpaksa mencari tempat lain,' ujar penggemar tersebut.
Di Indonesia, praktik serupa kerap terjadi saat konser besar, seperti kenaikan harga hotel di Jakarta saat Coldplay atau Taylor Swift manggung. Hal ini menunjukkan bahwa 'price gouging' bukan monopoli Busan, melainkan fenomena global yang merugikan konsumen. Pemerintah daerah setempat biasanya hanya bisa mengimbau, tanpa regulasi tegas yang mengikat.
Para analis pariwisata menilai bahwa lonjakan harga akomodasi saat event besar justru dapat merusak citra kota sebagai destinasi ramah pengunjung. 'Jika tidak dikelola dengan baik, wisatawan akan memilih kota lain yang lebih terjangkau,' ujar seorang pengamat. Bagi Busan, yang tengah gencar mempromosikan pariwisata pasca-pandemi, insiden ini bisa menjadi bumerang.
Ke depan, apakah para pelaku usaha di Busan akan menurunkan harga atau justru bertahan dengan strategi 'ambil untung cepat'? Sementara itu, para penggemar BTS berharap grup favorit mereka tetap mau manggung di Busan meski akomodasi mahal, namun dengan catatan ada perlindungan konsumen yang lebih baik.



