Matthew Fox Tinggalkan Hollywood Demi Keluarga: Pelajaran Hidup dari Bintang Lost
Baca dalam 60 detik
- Matthew Fox memutuskan hengkang dari Los Angeles ke Italia pada 2015 untuk fokus membesarkan anak-anaknya yang memasuki masa remaja.
- Setelah vakum hampir satu dekade, aktor 59 tahun itu kembali ke layar kaca lewat spin-off Yellowstone, The Madison, yang tayang tahun ini.
- Keputusan Fox menyoroti dilema banyak artis global: antara popularitas dan kebutuhan akan ruang pribadi yang autentik.

Aktor Matthew Fox, yang namanya melambung berkat peran Dr. Jack Shepard dalam serial Lost (2004โ2010), mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan gemerlap Los Angeles dan pindah ke Italia. Bagi Fox, langkah itu bukan sekadar perubahan tempat tinggal, melainkan pilihan sadar untuk keluar dari pusaran sorotan publik dan memprioritaskan keluarga.
Dalam wawancara dengan People, Fox, yang kini berusia 59 tahun, menuturkan bahwa tekanan menjadi pusat perhatian selama bertahun-tahun membuatnya merasa perlu mencari keseimbangan. "Saya menghabiskan banyak waktu, selama beberapa tahun di Los Angeles, sangat berada di sorotan, khususnya saat Lost, dan kemudian beberapa tahun setelahnya mengerjakan film. Bagi saya, langkah mundur itu lebih tentang menghabiskan waktu bersama keluarga," ujarnya.
Keputusan itu diambil pada 2015, saat putrinya memasuki usia remaja. Bersama istrinya, Margherita Ronchi, Fox merasa bahwa momen tersebut adalah waktu yang tepat untuk benar-benar fokus pada anak-anak mereka. "Anak perempuan kami mulai remaja, dan saya terus berada di lokasi syuting serta bepergian untuk promosi Lost. Margherita dan saya merasa ini saat yang tepat untuk benar-benar fokus pada anak-anak yang melewati masa remaja, yang selalu menjadi tantangan," tambahnya.
Selama di Italia, Fox tidak hanya menjadi ayah penuh waktu, tetapi juga menekuni hobi terbang dan bermusik. Ia menekankan pentingnya menciptakan ruang di luar industri hiburan untuk benar-benar menjalani hidup. "Menurut saya, dalam bisnis ini, sangat baik untuk memiliki tempat di mana Anda merasa benar-benar hidup. Itu akan memberi makan pekerjaan Anda ketika Anda kembali dan mengambil proyek," katanya.
Kembalinya Fox ke industri hiburan tidak lepas dari tawaran produser Taylor Sheridan untuk membintangi The Madison. Dalam serial tersebut, Fox berperan sebagai seorang lajang yang hidup di alam terbuka, mengikuti kisah keluarga New York yang pindah ke Lembah Sungai Madison, Montana, setelah dua kerabat tewas dalam kecelakaan pesawat. "Saya agak merindukan bercerita," aku Fox kepada Variety.
Fenomena yang dialami Fox sejatinya tidak asing bagi publik Indonesia. Banyak artis Tanah Air yang memilih mengurangi aktivitas di layar kaca untuk fokus pada keluarga atau mencari ketenangan. Namun, tidak sedikit pula yang akhirnya kembali karena panggilan profesi. Kisah Fox menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap industri hiburan, ada kebutuhan mendasar akan ruang pribadi dan waktu berkualitas bersama orang-orang tercinta.
Keputusan Fox untuk meninggalkan puncak popularitas dan kembali setelah hampir satu dekade menimbulkan pertanyaan: apakah mungkin bagi seorang artis untuk benar-benar 'pensiun' dari sorotan, ataukah industri ini selalu punya cara untuk memanggil kembali talenta terbaiknya? Jawabannya mungkin ada pada keseimbangan yang berhasil ditemukan Fox antara kehidupan pribadi dan profesional.



