Mindy Kaling: Enam Pekan Terbaring di Tempat Tidur Usai Melahirkan
Baca dalam 60 detik
- Aktris Mindy Kaling menjalani tirah baring total selama enam pekan setelah melahirkan anak ketiganya pada Februari 2024.
- Istirahat paksa itu justru dimanfaatkannya untuk bekerja dari rumah dengan piyama, termasuk rapat virtual dengan eksekutif Netflix.
- Mindy mengaku lebih nyaman menulis tentang karakter kutu buku dan pekerja keras, berbeda dengan tema gelap serial Euphoria.

Mindy Kaling, aktris yang dikenal lewat perannya sebagai Kelly Kapoor dalam serial komedi The Office, mengungkapkan bahwa ia harus menjalani tirah baring total selama enam pekan setelah melahirkan anak ketiganya pada Februari 2024. Dalam wawancara terbaru dengan podcast Giggly Squad, perempuan 46 tahun itu menceritakan pengalaman uniknya saat dipaksa beristirahat oleh dokter setelah menyambut kelahiran putrinya yang diberi nama Anne.
Alih-alih mengeluh, Mindy justru merasakan sisi positif dari kondisi tersebut. Ia mengaku bahwa enam pekan terbaring di tempat tidur memberinya kesempatan langka untuk bersantai sambil tetap bekerja. “Itu seperti surga, hanya berbaring di tempat tidur, mengikuti semua rapat Zoom, dan berkata, ‘Saya punya kondisi medis’,” ujarnya sambil bercanda. Istirahat paksa ini bahkan memberinya alasan untuk menghadiri pertemuan penting dengan piyama, termasuk saat berkonferensi video dengan Bela Bajaria, kepala konten Netflix.
Mindy, yang juga memiliki dua anak sebelumnya—Katherine (8) dan Spencer (5)—menambahkan bahwa pengalaman ini mengajarkannya untuk tidak terlalu khawatir tentang penampilan saat bekerja dari rumah. “Saya harus terlihat jelek saat Zoom dengan Bela Bajaria dari tempat tidur, memakai celana olahraga, dan dia harus menerimanya. Itu yang terbaik,” katanya.
Di luar pengalaman pribadinya, Mindy juga berbicara tentang preferensinya dalam berkarya. Ia mengaku penggemar berat serial drama Euphoria yang dibintangi Zendaya, namun merasa tidak akan mampu menulis cerita serupa. “Saya suka Euphoria dan menurut saya Sam Levinson jenius. Dia punya banyak hal untuk dikatakan tentang seks, narkoba, dan kecanduan—topik yang sangat menarik, tapi saya tidak punya banyak pengalaman di bidang itu,” ungkapnya kepada The Hollywood Reporter.
Mindy, yang meraih popularitas lewat The Office pada 2005–2013, mengaku lebih nyaman menulis tentang karakter yang ia kenal: para kutu buku, pekerja keras, dan mereka yang sering diremehkan. “Saya menonton Euphoria dengan tegang, secara tidak langsung, tapi saya merasa bahwa kisah tentang kutu buku yang mendambakan pria keren lebih cocok untuk kami tulis. Itulah mengapa kami melakukannya,” jelasnya. Pernyataan ini menegaskan identitasnya sebagai kreator yang setia pada cerita-cerita ringan dan relatable, berbeda dengan gaya gelap Euphoria.
Bagi penggemar di Indonesia, pengakuan Mindy Kaling ini bisa menjadi pengingat bahwa tekanan untuk tampil sempurna di depan kamera—baik di layar kaca maupun dalam rapat virtual—seringkali tidak realistis. Di tengah budaya kerja jarak jauh yang semakin lazim, cerita Mindy menunjukkan bahwa produktivitas tidak selalu harus dikorbankan demi penampilan. Pertanyaan yang muncul kemudian: akankah tren “bekerja dari tempat tidur” ini menjadi norma baru, atau hanya sekadar cerita lucu dari seorang selebritas?



