Lukaku Minta Maaf ke Conte, Ungkap Rasa Terima Kasih ke Napoli
Baca dalam 60 detik
- Romelu Lukaku mengaku telah meminta maaf kepada Antonio Conte setelah menjalani latihan individu di Belgia tanpa izin klub pada April lalu.
- Striker Belgia itu bersyukur kepada Napoli yang memberinya kesempatan membuktikan diri saat banyak pihak meragukan kemampuannya.
- Lukaku berharap bisa kembali bermain di bawah asuhan Conte di masa depan, meski saat ini fokus membela tim nasional di Piala Dunia 2026.

Romelu Lukaku secara terbuka mengakui telah meminta maaf kepada Antonio Conte setelah memutuskan pulang ke Belgia untuk menjalani pemulihan cedera tanpa persetujuan klub pada Maret lalu. Dalam wawancara dengan Sky Sport, penyerang Napoli itu juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada klub yang memberinya kesempatan untuk membuktikan bahwa kariernya belum berakhir.
Musim 2025-26 menjadi periode sulit bagi Lukaku. Cedera otot parah yang diderita pada pramusim membuatnya hanya bermarin sekitar 60 menit bersama Napoli. Ia absen berbulan-bulan dan baru kembali berlatih penuh tiga pekan lalu. Meski demikian, namanya tetap masuk dalam skuad Belgia untuk Piala Dunia 2026.
"Ini akan menjadi Piala Dunia yang berbeda. Kami akan tampil dengan generasi baru yang ingin menunjukkan kemampuannya ke dunia," ujar Lukaku. Ia menekankan pentingnya komunikasi tim dan mengesampingkan kepentingan pribadi demi kebaikan bersama.
Lukaku juga menyayangkan absennya Italia di Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut. "Italia adalah negara yang telah menorehkan sejarah sepak bola. Sangat disayangkan mereka tidak lolos, tapi saya yakin solusi akan ditemukan dan mereka akan kembali ke puncak," katanya.
Napoli sendiri berhasil lolos ke Liga Champions musim depan, meski gagal mempertahankan Scudetto. Conte hengkang setelah dua musim menukangi Partenopei. Lukaku menilai finis di empat besar adalah pencapaian penting, meski Inter layak juara.
Ketegangan sempat terjadi antara Lukaku dan Conte pada Maret-April ketika pemain berusia 32 tahun itu memilih berlatih di Belgia tanpa izin klub. Ia sempat dibekukan dan didenda, namun kemudian diizinkan melanjutkan pemulihan di negara asalnya. "Kami bicara sebelum saya kembali ke Belgia. Saya minta maaf, dan dia memahami situasi saya," ungkap Lukaku.
"Tidak bisa membantu tim secara fisik sangat berat bagi saya. Dia bahkan bilang tidak melihat saya seperti dulu. Kami sangat jujur satu sama lain. Saya akan selalu berterima kasih padanya. Dia adalah pelatih yang selalu percaya pada saya," lanjutnya.
Lukaku menutup wawancara dengan nada ringan: "Saya berharap, jika dia membutuhkan saya di masa depan, dia akan memanggil saya untuk bermain di bawah asuhannya lagi."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Lukaku menjadi pengingat bahwa kepercayaan dan kesempatan kedua bisa mengubah jalan karier seorang pemain. Di tengah dominasi liga Eropa di layar kaca, perjalanan Lukaku bersama Napoli dan Timnas Belgia layak diikuti sebagai contoh resiliensi di level tertinggi.



