Donnarumma Buka Suara soal Masa Depan Pelatih Italia: Guardiola Bukan Urusan Saya
Baca dalam 60 detik
- Kiper PSG Gianluigi Donnarumma mengaku belum membahas kemungkinan Pep Guardiola menukangi Timnas Italia, meski ia pernah bekerja sama di klub.
- Italia masih tanpa pelatih tetap setelah Gennaro Gattuso hengkang, dengan U21 coach Silvio Baldini sebagai caretaker untuk laga uji coba Juni.
- Pemilihan presiden FIGC pada 22 Juni akan menentukan arah kepelatihan Azzurri, dengan Guardiola disebut sebagai kandidat impian.

Gianluigi Donnarumma, kiper utama Timnas Italia sekaligus punggawa Paris Saint-Germain, menegaskan bahwa dirinya belum melakukan pendekatan apa pun kepada Pep Guardiola untuk mengisi kursi pelatih Azzurri yang masih lowong. Dalam konferensi pers jelang laga uji coba melawan Luksemburg dan Yunani, ia menyebut keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang baru.
Italia saat ini berada dalam masa transisi setelah Gennaro Gattuso meninggalkan posisinya awal tahun ini. FIGC belum menunjuk pengganti tetap karena harus menunggu pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 22 Juni. Sebagai solusi sementara, pelatih tim U-21 Silvio Baldini ditunjuk sebagai caretaker dan akan memimpin skuad yang sebagian besar diisi pemain muda dalam dua pertandingan persahabatan bulan depan.
Dari 24 pemain yang dipanggil, hanya empat yang sudah memiliki caps senior: Donnarumma, Marco Palestra, Niccolo Pisilli, dan Pio Esposito. Ini menunjukkan bahwa Baldini lebih mengandalkan pemain yang ia kenal dari level junior, sekaligus memberi kesempatan bagi talenta baru untuk unjuk gigi di panggung internasional.
Nama Antonio Conte masih menjadi kandidat utama, namun spekulasi mengarah pada Pep Guardiola sebagai pilihan impian. Guardiola baru saja mengakhiri masa baktinya di Manchester City pada akhir musim 2025-26, dan Donnarumma sempat bekerja di bawah asuhannya selama semusim. "Saya menikmati waktu bersama pelatih, dia membuat sejarah di City. Saya berharap dia melanjutkan, tapi keinginannya adalah berhenti," ujar Donnarumma. "Saya belum bicara dengannya soal kemungkinan melatih Italia. Itu bukan urusan saya, melainkan presiden baru."
Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi bahwa Donnarumma bisa menjadi 'jembatan' antara Guardiola dan FIGC. Kiper berusia 26 tahun itu menegaskan bahwa siapa pun nantinya yang duduk di kursi pelatih harus memberikan segalanya untuk jersey Azzurri. "Pastinya siapa pun yang datang harus memberikan segalanya untuk mencapai tujuan kami," tambahnya.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini mengingatkan pada ketidakpastian yang kerap melanda federasi saat transisi kepemimpinan. Dengan pemilihan presiden yang tinggal sebulan lagi, publik Italia menanti apakah FIGC akan berani mendekati Guardiola—yang belum pernah menangani tim nasional—atau memilih opsi yang lebih pragmatis seperti Conte. Pertanyaan besarnya: akankah Guardiola tertarik meninggalkan level klub untuk tantangan baru di panggung internasional?



