Festival Sepak Bola Rakyat 2026 di Makassar: Panggung Talenta Muda Menuju Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Ratusan peserta dari berbagai SSB dan SMA di Sulawesi Selatan memadati Lapangan Telkom Makassar dalam Festival Sepak Bola Rakyat 2026, edisi keempat setelah Jakarta, Labuan Bajo, dan Palu.
- Kolaborasi Coca-Cola Indonesia dan Cuwitan Digital tidak hanya menyelenggarakan turnamen, tetapi juga seminar kepelatihan dan coaching clinic yang diikuti puluhan pelatih dan pemain muda.
- Festival ini diharapkan menjadi katalis pengembangan bakat sepak bola akar rumput, dengan agenda berikutnya di Manado pada akhir Juni 2026.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6833772/original/014859900_1779621489-WhatsApp_Image_2026-05-24_at_18.07.40.jpeg)
Makassar menjadi saksi gelaran Festival Sepak Bola Rakyat 2026 yang berlangsung pada 21-23 Mei 2026 di Lapangan Sepak Bola Telkom Makassar. Acara yang merupakan hasil kerja sama antara Garuda Gemah Nusantara melalui Cuwitan Digital dan Coca-Cola Indonesia ini menarik minat ribuan anak muda dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) dan SMA di Sulawesi Selatan.
Festival ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta, Labuan Bajo, dan Palu. Tujuannya jelas: mendekatkan euforia turnamen sepak bola terbesar dunia ke masyarakat akar rumput sekaligus menjaring bibit unggul pesepak bola nasional. Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, menyatakan kebanggaannya atas kontinuitas program ini.
โKami bangga bisa meneruskan kolaborasi strategis ini sebagai bagian dari komitmen Coca-Cola Indonesia dalam menghadirkan euforia FIFA World Cup 2026 lebih dekat ke tengah masyarakat,โ ujar Triyono dalam keterangan resmi.
Praktisi sepak bola Ratu Tisha Destria menekankan pentingnya pendampingan talenta muda secara lintas sektor. Menurutnya, kolaborasi antara federasi, pemerintah, swasta, dan komunitas akar rumput sangat krusial. โInisiatif ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim,โ kata Ratu Tisha. Ia mengapresiasi peran Coca-Cola Indonesia dan Cuwitan Digital yang menyediakan wadah edukatif bagi peserta usia 15 hingga 18 tahun.
Direktur PT Garuda Gemah Nusantara, Rizky Aidi, menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi. โIni adalah panggung bagi anak-anak daerah untuk bermimpi lebih tinggi. Melalui Cuwitan Digital, kami ingin memastikan bakat-bakat ini tidak hanya terasah di lapangan, tetapi juga memiliki ruang di ranah digital,โ tuturnya.
Seminar kepelatihan menghadirkan dua narasumber ternama: Ricky Riskandi, mantan asisten pelatih Timnas Putri Indonesia, dan Fabio Oliviera, asisten pelatih Timnas Indonesia 2012. Fabio memberikan pesan kepada para peserta muda, โTerima kasih kepada Coca-Cola yang telah menggelar Festival Sepak Bola Rakyat. Untuk adik-adik jangan lupa terus berlatih, terus improve, terus kerja keras ke depannya.โ
Salah satu peserta, Muhammad Riyan dari SMA Negeri 6 Makassar, mengaku mendapatkan manfaat besar dari festival ini. โSaya mendapat jam terbang untuk bisa menghadapi sekolah lainnya dan mengetahui kekuatan mereka,โ ucap Riyan. Selain turnamen, acara juga dimeriahkan dengan bazaar UMKM dan podcast Nobar yang menghadirkan tokoh sepak bola nasional.
Festival Sepak Bola Rakyat 2026 akan berlanjut ke Manado pada 25-27 Juni 2026. Inisiatif ini diharapkan terus melahirkan generasi baru pesepak bola yang mampu membawa nama Indonesia di kancah internasional.



