Nova Arianto Coret Tiga Pemain, Satu Diaspora Tersingkir dari Skuad Timnas U-19
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Nova Arianto mengeliminasi tiga pemain dari skuad Timnas Indonesia U-19 yang akan berlaga di Piala AFF U-19 2026, termasuk pemain diaspora Igor Arungbumi Sanders.
- Keputusan ini diambil karena regulasi turnamen hanya mengizinkan 23 pemain terdaftar, menyisakan enam pemain diaspora dalam skuad Garuda Muda.
- Timnas U-19 akan memulai kampanye di Grup A melawan Myanmar, Timor Leste, dan Vietnam, dengan target memanfaatkan status tuan rumah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6385092/original/092116800_1779260352-1000118081.jpg)
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, resmi mencoret tiga pemain dari skuad yang akan berlaga di Piala AFF U-19 2026, salah satunya pemain diaspora Igor Arungbumi Sanders. Keputusan ini diambil karena regulasi turnamen hanya memperbolehkan 23 pemain didaftarkan, memaksa pelatih melakukan seleksi ketat.
Dengan dicoretnya Igor, yang merupakan pemain keturunan, skuad Garuda Muda kini hanya memiliki enam pemain diaspora. Dua pemain lokal lainnya yang juga tersingkir adalah Fahri dan Aliano. Nova mengonfirmasi hal tersebut dalam sesi latihan di Yogyakarta, Kamis (28/5/2026).
“Sudah ada tiga nama pemain yang keluar dari skuad. Ada Fahri, Igor, sama si Aliano. Berarti total diaspora ada tinggal enam ya yang ikut bergabung,” ujar Nova.
Nova Arianto mengaku puas dengan perkembangan pemain selama pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta. Tim telah menjalani dua uji coba melawan klub Liga 4, Persebi Boyolali dan Persak Kebumen, yang dinilai penting untuk mematangkan taktik. “Kami sudah mematangkan secara taktikal,” kata mantan asisten Shin Tae-yong itu.
Ia juga memastikan tim pelatih terus memantau performa pemain untuk menentukan starting eleven dan pemain pengganti. “Kami sudah menentukan siapa pemain yang akan bermain di starting lineup atau sebagai substitution, itu masih dalam pemantauan kami,” tambahnya.
Di Piala AFF U-19 2026, Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dan tergabung di Grup A bersama Myanmar, Timor Leste, dan Vietnam. Laga pembuka akan digelar di Stadion Utama Sumatra Utara, Medan, pada 1 Juni 2026 melawan Myanmar. Pertandingan berikutnya melawan Timor Leste (4 Juni) dan Vietnam (7 Juni).
Kehadiran enam pemain diaspora diharapkan bisa menjadi pembeda bagi skuad Garuda Muda. Namun, persaingan di grup ini tidak mudah, terutama melawan Vietnam yang kerap menjadi rival berat di level usia muda. Dengan status tuan rumah, target lolos ke semifinal menjadi harga mati bagi Nova Arianto dan anak asuhnya.
Pertanyaan besarnya, apakah kombinasi pemain lokal dan diaspora mampu membawa Indonesia meraih gelar perdana di Piala AFF U-19? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.