Liverpool Incar Bintang Muda Rp2,6 Triliun yang Pernah Ditolak Crystal Palace
Baca dalam 60 detik
- Yan Diomande, winger RB Leipzig berusia 19 tahun, menjadi target utama Liverpool untuk menggantikan Mohamed Salah dengan banderol mencapai Β£130 juta.
- Diomande mengungkapkan bahwa Crystal Palace pernah menolaknya setelah menjalani trial, sebelum ia akhirnya bersinar di Leganes dan Leipzig.
- Kisah ini menjadi pengingat betapa tipisnya margin dalam rekrutmen pemain muda, sementara Palace justru tengah menikmati puncak kejayaan usai menjuarai Conference League.

Liverpool dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga Β£130 juta atau setara Rp2,6 triliun untuk memboyong Yan Diomande, winger RB Leipzig yang baru berusia 19 tahun. Pemain muda asal Spanyol itu disebut-sebut sebagai kandidat utama pengganti Mohamed Salah yang akan hengkang dari Anfield. Namun, yang menarik perhatian adalah pengakuan Diomande bahwa Crystal Palace pernah menolaknya setelah menjalani masa percobaan di klub London Selatan tersebut.
Dalam wawancara dengan media Prancis Foot yang dikutip Sport Witness, Diomande menceritakan pengalamannya menjalani trial di sejumlah klub Inggris sebelum akhirnya memutuskan berkarier di Spanyol. "Saya menjalani trial di Rangers, Chelsea, Bournemouth, Crystal Palace, dan Olympiacos. Semuanya berjalan baik di lapangan. Di Chelsea, saya bahkan berbicara dengan Mauricio Pochettino. Tapi entah kenapa, tidak ada yang berhasil," ujarnya. Setelah trial terakhir di Yunani, ia meninggalkan agennya dan langsung menandatangani kontrak profesional dengan Leganes.
Keputusan itu kini terbukti tepat. Diomande menjelma menjadi salah satu talenta muda paling bersinar di Bundesliga. Musim lalu, ia mencatatkan 12 gol dan 9 assist dalam 33 penampilan bersama Leipzig. Klub Jerman itu hanya mengeluarkan dana Β£17 juta untuk menebusnya dari Leganes pada 2025 β nilai yang kini terlihat sangat murah dibandingkan potensi transfernya ke Liverpool. Kecepatan, kemampuan dribel, dan naluri mencetak golnya membuat banyak pengamat membandingkannya dengan penyerang elite Eropa.
Bagi Crystal Palace, kabar ini menjadi ironi tersendiri. Di satu sisi, klub sedang berada di puncak kejayaan setelah menjuarai Conference League β trofi Eropa pertama dalam sejarah mereka. Kemenangan atas Rayo Vallecano pekan lalu memicu perayaan besar di Selhurst Park. Namun, di sisi lain, pengakuan Diomande mengingatkan betapa tipisnya margin dalam rekrutmen pemain muda. Keputusan yang tampak sepele saat itu kini berpotensi membuat Palace kehilangan pemain senilai miliaran rupiah.
Liverpool sendiri sangat serius merekrut Diomande. Klub asal Merseyside itu melihatnya sebagai investasi jangka panjang untuk mengisi posisi sayap kanan yang akan ditinggalkan Mohamed Salah. Meski banderolnya sangat tinggi, potensi Diomande dianggap sepadan. Jika transfer jadi terealisasi, ini akan menjadi salah satu kisah transfer terbesar di Eropa β dan sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub yang kerap melewatkan bakat muda.
Ke depannya, publik sepak bola akan menanti apakah Liverpool benar-benar merealisasikan tawaran fantastis tersebut. Jika ya, Crystal Palace mungkin akan menyesali keputusan mereka di masa lalu. Namun, dengan prestasi yang baru diraih, Palace setidaknya bisa tersenyum bahwa mereka kini berada di jalur yang tepat untuk bersaing di level tertinggi.



