Tiga WNI Tewas di Kuta, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan-Bunuh Diri
Baca dalam 60 detik
- Seorang pria asal Australia dan dua anaknya ditemukan tewas di bungalow kawasan Kuta, Bali, pada Minggu (9/3).
- Polisi belum menetapkan penyebab pasti kematian, namun media Australia melaporkan kasus ini diduga murder-suicide.
- Peristiwa ini menyoroti perlunya pengawasan kesehatan mental dan keamanan wisatawan di destinasi internasional seperti Bali.

Kepolisian Bali tengah menyelidiki kematian seorang warga negara Australia, Damien John Shaw (56), bersama dua anaknya yang masih balita di sebuah bungalow di Kuta, kawasan wisata populer, pada Minggu (9/3). Jenazah ketiganya ditemukan setelah tetangga mendobrak pintu properti tersebut.
Menurut keterangan polisi, istri korban yang berada di luar Bali menghubungi tetangga setelah mendengar salah satu anaknya menangis saat berbicara di telepon dengan suaminya. Ia kemudian tidak dapat menghubungi korban lagi. Sang istri dilaporkan tengah berada di Jakarta beberapa hari sebelumnya. Tetangga yang didampingi warga setempat lalu memaksa masuk karena tidak ada respons dari dalam rumah.
Polisi menyatakan belum dapat menentukan penyebab dan cara kematian. Media Australia melaporkan bahwa aparat setempat menangani kasus ini sebagai dugaan pembunuhan yang diakhiri bunuh diri (murder-suicide). Namun, pihak berwenang menegaskan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Perdana Menteri Australia Barat, Roger Cook, menyebut peristiwa ini sebagai "situasi yang sangat memilukan". Ia menyatakan harapan agar kasus ini segera terungkap. "Kami turut berduka dan berharap dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi secepatnya," ujarnya seperti dikutip media.
Insiden ini menjadi pukulan bagi industri pariwisata Bali yang baru saja pulih pascapandemi. Kuta, yang selama ini menjadi ikon wisata Australia, kembali diuji citranya sebagai destinasi aman. Meski kasus kriminal dengan korban wisatawan tergolong jarang, peristiwa seperti ini dapat memengaruhi persepsi wisatawan mancanegara, terutama dari pasar Australia yang merupakan salah satu penyumbang terbesar kunjungan ke Pulau Dewata.
Bagi Indonesia, kejadian ini menegaskan pentingnya penanganan cepat dan transparan dari aparat kepolisian. Keterbukaan informasi akan sangat menentukan kepercayaan publik dan wisatawan. Selain itu, kasus ini juga menyoroti isu kesehatan mental yang kerap terabaikan, terutama di kalangan ekspatriat atau wisatawan yang tinggal sementara di Bali. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata perlu memperkuat layanan konseling dan dukungan psikologis di kawasan wisata.
Ke depan, penyelidikan akan fokus pada hasil otopsi dan pemeriksaan saksi untuk memastikan penyebab kematian. Polisi juga akan mendalami motif di balik peristiwa ini. Sementara itu, kedutaan Australia di Indonesia diharapkan memberikan pendampingan bagi keluarga korban. Publik menanti apakah kasus ini akan mengubah prosedur keamanan di akomodasi wisata, atau justru menjadi pengingat bahwa faktor non-kriminal seperti tekanan psikologis bisa berdampak fatal.



