Alcaraz Kembali Jadi Penghalang Tunggal AS di US Open: Bisakah Ia Bertahan?
Baca dalam 60 detik
- Carlos Alcaraz menjadi satu-satunya harapan untuk menghentikan dominasi AS di US Open, dengan tiga petenis tuan rumah di separuh undiannya.
- Jika Alcaraz kalah, AS dipastikan memiliki wakil di final turnamen Grand Slam untuk pertama kalinya sejak 2009.
- Petenis muda AS seperti Shelton, Tiafoe, dan Michelsen siap memanfaatkan dukungan penuh penonton New York untuk mengakhiri puasa gelar.

Carlos Alcaraz, petenis nomor satu dunia asal Spanyol, kembali menjadi momok bagi harapan Amerika Serikat di US Open. Tiga petenis tuan rumah—Ben Shelton, Frances Tiafoe, dan Alex Michelsen—berada di separuh undian yang sama dengannya. Jika Alcaraz mampu menaklukkan ketiganya secara beruntun, maka puasa gelar tunggal putra AS yang sudah berlangsung 23 tahun akan berlanjut. Namun, jika ia tersandung, publik New York akan berpesta.
Pada babak perempat final, Selasa (3/9) waktu setempat, Alcaraz akan berhadapan dengan Shelton, unggulan kedelapan. Ini adalah pertemuan keempat mereka, dan Alcaraz selalu keluar sebagai pemenang dalam tiga duel sebelumnya, termasuk di Prancis Terbuka tahun lalu. Jika lolos, lawan berikutnya adalah pemenang antara Tiafoe dan Michelsen. Dengan format ini, Alcaraz bisa saja harus melewati tiga petenis AS untuk mempertahankan gelarnya.
Bagi Amerika Serikat, ini adalah peluang emas. Sejak Andy Roddick menjuarai US Open 2003, belum ada lagi petenis putra AS yang mampu mengangkat trofi di Flushing Meadows. Taylor Fritz sempat menembus final dua tahun lalu, tetapi ia kalah dari Jannik Sinner. Kini, tiga wakil tersisa diharapkan bisa mengakhiri penantian panjang tersebut, dan mereka sadar bahwa Alcaraz adalah satu-satunya penghalang.
Alcaraz sendiri mengaku siap menghadapi tekanan luar biasa dari penonton. "Saya pikir dia akan memanfaatkan penonton, orang-orang di belakangnya, terutama saat bermain di kandang sendiri," ujarnya tentang Shelton. Ia menyadari bahwa Arthur Ashe Stadium akan dipenuhi sekitar 24.000 penonton yang mendukung lawannya. Namun, pengalaman memenangkan empat gelar Grand Slam membuatnya percaya diri menghadapi situasi ini.
Di sisi lain, Tiafoe dan Michelsen memiliki motivasi berbeda. Tiafoe, yang pernah kalah dari Alcaraz di semifinal 2022, kini kembali tampil konsisten setelah mencapai final Cincinnati bulan lalu. Ia menggambarkan dukungan penonton sebagai "pengalaman di luar tubuh" yang membuatnya merasa melayang. Sementara itu, Michelsen, yang baru pertama kali menembus perempat final Grand Slam, justru merasa nyaman bermain di bawah radar. "Semua pertandingan selalu membuat saya gugup, itu hal yang manusiawi. Tapi yang penting adalah bagaimana mengelolanya," kata petenis peringkat 46 dunia itu.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk disimak. Meski tidak ada wakil Indonesia di turnamen ini, dominasi Alcaraz dan kebangkitan petenis AS menunjukkan betapa kompetitifnya tenis dunia. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Indonesia yang tengah berusaha menembus level internasional. Selain itu, persaingan di papan atas tenis putra juga berdampak pada popularitas olahraga ini di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang semakin banyak menonton turnamen Grand Slam.
Di sektor putri, Amerika Serikat juga punya peluang besar. Jessica Pegula akan bertemu Emma Navarro di perempat final, sementara Coco Gauff berpeluang menyusul jika mengalahkan Mirra Andreeva. Gauff, yang pernah juara pada 2023, tentu ingin mengulang sukses tersebut. Namun, ia harus mewaspadai Pegula dan Navarro yang sama-sama dalam performa apik. Navarro, yang sempat vakum karena masalah kesehatan, kini kembali menemukan permainan terbaiknya.
Dengan tiga wakil di perempat final putra dan tiga di putri, AS menunjukkan kekuatan tenisnya kembali. Namun, di sektor putra, semua harapan itu bisa pupus jika Alcaraz tampil konsisten. Pertanyaannya, akankah dukungan publik New York mampu menjadi pembeda dan mengantarkan salah satu dari mereka menjadi juara? Atau akankah Alcaraz sekali lagi membuktikan dirinya sebagai raja di Flushing Meadows? Kita tunggu saja.



