Zverev Jinakkan Darderi dan Waktu: Lolos ke Perempat Final AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Alexander Zverev mengalahkan Luciano Darderi 6-2, 6-2, 7-6(3) untuk melaju ke perempat final AS Terbuka.
- Kemenangan ini menjadikannya satu-satunya pemain yang mencapai perempat final di semua Grand Slam tahun ini.
- Zverev akan menghadapi Botic van de Zandschulp untuk memperebutkan tempat di semifinal.

Alexander Zverev akhirnya bisa tersenyum sebelum tengah malam di New York. Unggulan teratas asal Jerman itu menuntaskan perlawanan Luciano Darderi dengan kemenangan telak 6-2, 6-2, 7-6(3) pada babak keempat AS Terbuka, Senin (7/9) waktu setempat, sekaligus mengamankan tiket ke perempat final untuk kelima kalinya di turnamen ini.
Kemenangan ini terasa istimewa karena Zverev sebelumnya harus melalui dua pertandingan lima set yang menguras tenaga. Laga kali ini, yang berakhir sekitar pukul 23.48 waktu setempat, menjadi penampilan pertamanya di New York yang selesai sebelum tengah malam. "Saya tidak tahu harus berbuat apa, karena ini sebelum tengah malam," candanya sambil menunjuk jam tangan, seperti dikutip Channel News Asia.
Petenis berusia 29 tahun itu mengakui level permainannya terus meningkat dari dua laga awal. "Saya merasa senang, level saya naik dibanding dua pertandingan pertama," ujarnya. Namun, ia juga memberi kredit kepada Darderi yang tampil agresif di set ketiga. "Saya hampir tidak pernah melihat orang memukul bola sekeras dan sekonsisten itu. Dia membuat segalanya sulit bagi saya," tambah Zverev.
Kemenangan ini juga mengukuhkan Zverev sebagai satu-satunya pemain yang mencapai perempat final di keempat Grand Slam musim iniโAustralia Terbuka, Prancis Terbuka, Wimbledon, dan kini AS Terbuka. Konsistensi ini menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara, terutama setelah ia berhasil menjuarai Prancis Terbuka tahun ini.
Bagi penggemar tenis Indonesia, performa Zverev ini layak disimak. Selain sebagai hiburan kelas dunia, perjalanan Zverev bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Tanah Air yang mulai merambah turnamen internasional. Konsistensi dan ketahanan fisik yang ditunjukkan Zverev, terutama dalam menghadapi laga lima set, adalah pelajaran berharga tentang pentingnya persiapan mental dan fisik di level tertinggi.
Di sisi lain, kegagalan Darderi memanfaatkan peluang di set ketiga menunjukkan betapa tipisnya margin antara menang dan kalah di turnamen sebesar ini. Petenis Italia peringkat 21 itu sempat memberikan perlawanan sengit dengan servis keras dan drop shot mematikan, tetapi Zverev yang lebih berpengalaman mampu meredam momentum tersebut.
Langkah Zverev selanjutnya adalah menghadapi Botic van de Zandschulp asal Belanda. Van de Zandschulp menjadi momok setelah menyingkirkan Carlos Alcaraz di babak sebelumnya. Pertemuan ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat van de Zandschulp dalam performa terbaiknya. Bisakah Zverev mempertahankan konsistensinya dan melaju ke semifinal? Atau akankah kejutan lain terjadi di Flushing Meadows?



