Drama Lima Jam di New York: Petenis Prancis Gagal Ukir Sejarah Usai Buang Match Point
Baca dalam 60 detik
- Petenis Prancis Arthur Gea kehilangan peluang emas menjadi lucky loser pertama yang menembus perempat final Grand Slam setelah kalah dramatis dari Botic van de Zandschulp dalam laga 5 jam 13 menit.
- Kekalahan ini tetap menguntungkan Gea secara finansial: ia membawa pulang USD 480 ribu, jauh lebih besar dari perkiraan awalnya USD 66 ribu.
- Kemenangan van de Zandschulp mengantarnya berhadapan dengan unggulan teratas Alexander Zverev di perempat final, sementara petenis Belgia Alexander Blockx juga mencuri perhatian dengan lolos ke perempat final pertamanya.

Nasib berkata lain bagi Arthur Gea. Petenis asal Prancis berusia 22 tahun itu hanya berjarak satu poin dari sejarah sebagai lucky loser pertama yang menembus perempat final Grand Slam. Namun, dalam laga yang berlangsung lebih dari lima jam di Flushing Meadows, Senin (2/9) waktu setempat, ia justru harus mengakui keunggulan wakil Belanda, Botic van de Zandschulp, dengan skor 3-6, 6-7 (0-7), 7-6 (9-7), 7-6 (7-3), 6-4.
Pertandingan putaran keempat tersebut tercatat sebagai laga terpanjang keempat dalam sejarah US Open. Gea, yang menempati peringkat 87 dunia, sejatinya tampil impresif sepanjang turnamen. Ia memulai turnamen dari babak kualifikasi setelah tidak masuk dalam daftar utama. Meski kalah di babak final kualifikasi, ia mendapat tiket utama setelah Casper Ruud mundur karena cedera. Kesempatan itu ia manfaatkan dengan mengalahkan Juan Manuel Cerundolo, Zachary Svajda, dan Michael Zheng untuk mencapai babak 16 besar.
Melawan van de Zandschulp, Gea sempat memegang kendali permainan. Ia unggul dua set lebih dulu dan memiliki match point pada tie-break set ketiga. Namun, penyelesaian yang kurang tenang membuat peluang emas itu melayang. Van de Zandschulp, yang mengaku tidak tahu bagaimana ia bisa membalikkan keadaan, memanfaatkan kelengahan lawannya untuk merebut tiga set berikutnya. "Saya tidak punya petunjuk bagaimana saya bisa menyelesaikan comeback gila ini," ujarnya usai pertandingan.
Kekalahan ini memang pahit bagi Gea. Namun, secara finansial, ia tetap menuai hasil manis. Ia berhak menerima hadiah uang sebesar USD 480 ribu, jauh lebih besar dari perkiraan awalnya yang hanya USD 66 ribu jika ia tersingkir di babak kualifikasi. Ini menjadi ganjalan tersendiri bagi petenis muda yang baru pertama kali tampil di babak utama Grand Slam musim ini.
Kemenangan van de Zandschulp membawanya ke perempat final untuk kedua kalinya di US Open. Ia akan berhadapan dengan unggulan teratas asal Jerman, Alexander Zverev, yang pada hari yang sama menyingkirkan Luciano Darderi dengan skor telak 6-2, 6-2, 7-6 (7-3). Menariknya, laga Zverev kali ini berakhir sebelum tengah malam, sebuah kejadian langka mengingat tiga pertandingan sebelumnya baru selesai dini hari. "Saya tidak tahu harus berbuat apa karena ini masih sebelum tengah malam. Mungkin saya akan kembali ke lapangan latihan atau pergi ke bar," canda Zverev. Ia pun berencana meminta jadwal malam untuk laga kontra van de Zandschulp.
Di bagian lain, petenis Belgia Alexander Blockx juga mencuri perhatian. Ia nyaris mundur karena cedera tulang rusuk, tetapi memilih bertahan dan akhirnya mengalahkan Francisco Cerundolo 6-3, 4-6, 7-5, 7-5. Kemenangan ini mengantarkannya menjadi petenis Belgia pertama yang mencapai perempat final di New York. "Saya sangat dekat untuk mundur. Jika saya kalah di set ketiga, kemungkinan besar saya akan berhenti," ungkap Blockx. Ia dijadwalkan berhadapan dengan Karen Khachanov dari Rusia pada Rabu (4/9).
Bagi penggemar tenis di Indonesia, perjalanan para petenis di US Open ini menegaskan bahwa turnamen Grand Slam selalu menyajikan drama dan kejutan. Kegigihan para petenis seperti Gea dan Blockx bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Tanah Air yang bercita-cita menembus panggung dunia. Meski persaingan di level atas sangat ketat, peluang selalu terbuka bagi mereka yang berani mengambil risiko dan tidak mudah menyerah.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah van de Zandschulp mengulang keajaiban saat menghadapi Zverev yang sedang dalam performa impresif? Atau justru Zverev yang akan melaju mulus menuju babak semifinal? Jawabannya akan terjawab dalam laga yang dinantikan banyak penggemar tenis di seluruh dunia.



